BI Kaltim Siapkan Rp4,39 Triliun Hadapi Ramadan dan Idulfitri 2026

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat mengunjungi mobil penukaran uang dari BI Kaltim. (Foto: Humas BI Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Bank Indonesia memastikan ketersediaan likuiditas uang rupiah di Kalimantan Timur dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Melalui program tahunan SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) 2026, bank sentral bersama perbankan menyiapkan dana lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menyampaikan total dana yang dialokasikan untuk wilayah Kaltim mencapai Rp4,39 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari Rp2,18 triliun dari KPw BI Kaltim—meningkat 19,13 persen secara tahunan—serta Rp2,2 triliun dari KPw BI Balikpapan yang mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.

Baca Juga :  Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Disorot, Pemprov Kaltim Sebut Direncanakan Sebelum Inpres Efisiensi

“Langkah ini untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan uang layak edar dengan pecahan yang sesuai dan terjamin keasliannya,” ujarnya.

Peningkatan suplai uang tunai ini didasarkan pada evaluasi historis, di mana kebutuhan uang kartal selama periode Lebaran di Kaltim rata-rata mencapai sekitar 20 persen dari total kebutuhan tahunan.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Genjot PAD, Ribuan Sumur Minyak Tua Siap Direaktivasi

Distribusi dana triliunan rupiah tersebut akan dilakukan secara sinergis melalui jaringan perbankan di tujuh kabupaten/kota, mulai dari Samarinda hingga wilayah terluar seperti Mahakam Ulu dan Berau. BI memastikan penyaluran dilakukan tepat sasaran dan tepat waktu agar tidak terjadi kekosongan pasokan di daerah.

Selain ketersediaan uang fisik, BI juga terus mendorong percepatan transaksi non-tunai. Dalam Kick Off SERAMBI yang digelar Jumat lalu, BI menyerahkan bantuan kotak amal inovatif untuk sejumlah masjid di Samarinda. Kotak tersebut dirancang agar uang kertas tidak terlipat dan dilengkapi fitur QRIS untuk memfasilitasi donasi digital.

Baca Juga :  Pajak Digital Kalimantan Tembus 95 Persen, Kaltim Dorong Replikasi Model Balikpapan

Jajang mengimbau masyarakat agar melakukan penukaran uang hanya di titik resmi perbankan yang telah disiapkan, guna menjamin kualitas dan keaslian rupiah yang diterima.

Dengan koordinasi lintas sektor dan perencanaan yang lebih presisi, BI optimistis kebutuhan transaksi masyarakat Kaltim selama bulan suci hingga Idulfitri dapat terpenuhi dengan aman dan lancar. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *