Laga dengan Persib Mundur ke 15 Maret, Pesut Etam Fokus Hadapi Dewa United

Suasana latihan terbaru skuad Borneo FC jelang laga terdekat menghadapi Dewa United di waktu bulan ramadan mendatang. (Foto: Borneo FC)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Laga panas kompetisi Super League 2025/2026 antara pemuncak klasemen Persib Bandungdan peringkat kedua Borneo FC dipastikan mengalami perubahan jadwal.

Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari diundur menjadi 15 Maret 2026, hanya sekitar tiga hari menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Perubahan ini pun memantik perhatian, mengingat duel tersebut berpotensi menjadi laga penentu papan atas klasemen.

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menegaskan pihaknya menyikapi situasi tersebut secara bijak sembari berharap adanya kebijaksanaan dari operator kompetisi, PT ILeague.

“Yang jelas kami melihat secara bijak karena pertandingan kurang lebih tiga hari menjelang Lebaran. Kami bukan sekadar melakukan komunikasi biasa, tetapi berharap ada kebijaksanaan juga dari PT ILeague selaku operator,” ujar Dandri belum lama ini.

Menurutnya, hingga kini manajemen masih menunggu kepastian lebih lanjut, baik dari operator maupun PSSI, terkait kemungkinan perubahan jadwal kembali.

“Kalau memang masih bisa berubah tentu harus ada surat pemberitahuan terbaru. Tapi selama surat itu belum ada, mau tidak mau kami harus siap dengan skenario apa pun,” tegasnya.

Meski big match tersebut menjadi sorotan, Dandri menegaskan fokus utama tim saat ini adalah laga terdekat melawan Dewa United.

“Saya tidak mau fokus di situ dulu. Kita fokus lawan Dewa dulu,” katanya.

Selain persoalan jadwal, manajemen juga telah mengantisipasi penyesuaian selama Ramadan, mulai dari pola latihan hingga jam pertandingan. Dandri memastikan pemain asing yang telah lama berkarier di Indonesia sudah terbiasa dengan atmosfer kompetisi di bulan puasa.

“Pemain asing yang sudah pernah berada di Indonesia atau di Samarinda sudah paham pola latihan dan jam pertandingan di bulan Ramadan. Jadi tidak ada masalah,” ujarnya.

Bagi pemain baru, manajemen telah memberikan pemahaman sejak awal terkait potensi kick-off malam hari selama Ramadan.

“Besar kemungkinan kick-off juga berlangsung di bulan puasa, misalnya kalau kita main di Samarinda jam 21.30 malam. Jadi tentu berbeda dengan hari biasa,” jelasnya.

Pelatih kepala Fabio Lefundes pun telah menyiapkan pola khusus. Latihan rutin digelar sore hari menjelang berbuka, sekitar pukul 16.30 hingga 17.30 Wita.

“Coach Fabio membiasakan latihan di bulan Ramadan jam setengah lima sampai jam setengah enam sore, jadi tidak ada masalah bagi pemain untuk menjalani program tersebut,” sebut Dandri.

Apa pun skenario yang terjadi, baik soal jadwal maupun dinamika Ramadan, manajemen memastikan Pesut Etam siap menghadapi tantangan.

“Saya percaya satu hal, ini bagian dari perjuangan laga kita. Apa pun situasinya, kita harus siap,” tutupnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *