Anggaran 2026 Diprediksi Menyusut, DPRD Berau Ingatkan Kampung Optimalkan Potensi Wisata dan Perkebunan

Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Berau, Subroto. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Anggaran pendapatan daerah tahun 2026 diprediksi bakal mengalami pemangkasan besar-besaran.

Kondisi ini membuat Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Berau, Subroto memperingatkan kepada seluruh kepala kampung. Subroto menegaskan, ketergantungan kampung terhadap suntikan dana pemerintah daerah harus segera diakhiri.

Dengan adanya efisiensi anggaran yang mulai terasa sejak tahun ini, ia mendesak pemerintah kampung untuk berhenti manja dan mulai menggali potensi Pendapatan Asli Kampung (PAK) secara mandiri.

Dalam penyampaiannya, Subroto menyoroti masih banyaknya kampung yang belum melaporkan adanya pemasukan mandiri. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan kampung-kampung di daerah pesisir yang justru sudah mampu meraup pendapatan fantastis.

Baca Juga :  Dispora Berau Rancang Konsep GOR Modern, Estimasi Anggaran Tembus Rp 10 M

“Kami kemarin di daerah pesisir, mohon maaf Kepala Kampung, itu banyak yang sudah menyampaikan ada yang dapat Rp30 juta, bahkan ada yang sampai Rp1 miliar,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia berharap kampung di Kecamatan Sambeliung tidak lagi hanya mengandalkan bantuan, tetapi mampu mengakomodasi kebutuhan operasional desa melalui kantong pendapatan mereka sendiri.

Menurut Subroto, wilayah Sambeliung dan sekitarnya sebenarnya memiliki harta karun tersembunyi yang belum dimaksimalkan. Mulai dari sektor pariwisata hingga perkebunan, semuanya dinilai berpotensi menjadi mesin uang bagi kampung jika dikelola dengan serius.

Baca Juga :  Kampung Maluang Ajukan 50 Usulan Pembangunan, Turap dan Pagar Sekolah Jadi Prioritas

Tak hanya soal kemandirian ekonomi, Subroto juga menumpahkan kekesalannya terkait fasilitas publik. Ia menyentil kinerja PLN yang dinilai abai terhadap penerangan jalan di desa-desa.

Ia meminta para kepala kampung lebih proaktif dalam mengusulkan titik lampu jalan dengan data yang akurat. “Sekarang sudah zaman canggih, sertakan titik koordinat dan foto. Jangan sampai dinas terkait bingung mencari lokasi yang dimaksud,” tegasnya.

Baca Juga :  Bapeltibang Berau Temukan Selisih Jumlah Usulan Musrenbang di Kecamatan Sambaliung

Selain itu, ia memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah agar tidak ada lagi proyek setengah matang. Ia mencontohkan adanya sekolah dan puskesmas yang bangunannya sudah berdiri megah namun tidak bisa digunakan karena fasilitas pendukung seperti keramik atau daya listrik yang tidak memadai.

“Jangan sampai bangunannya jadi, tapi dua tahun kemudian masih perlu anggaran lanjutan karena fasilitas pendukung belum ada. Perencanaan harus matang agar bisa langsung dioperasikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *