Stok Aman dan Harga Terkendali, DPPKUKM Kaltim Intensifkan Pengawasan Selama Ramadan

PENGAWASAN: DPPKUKM Kaltim saat melakukan pengawasan di salah satu pasar ritel modern. (FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA– Ramadan kerap diiringi lonjakan konsumsi masyarakat.

Meski demikian, kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Timur dipastikan tetap terkendali.

Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) menegaskan stabilitas ini dijaga melalui pengawasan terpadu di berbagai lini.

Tim pengawas turun langsung memantau jalur distribusi hingga pasar tradisional dan ritel modern guna memastikan stok mencukupi dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga :  Pemkot Samarinda Siagakan 11 Posko Antisipasi Kebakaran pada Ramadhan

Pengawasan dilakukan bersama Satuan Tugas Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan serta Tim Pengawasan Terpadu. Sejumlah daerah menjadi sasaran pemantauan, di antaranya Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Samarinda, hingga Balikpapan.

Fokus pemeriksaan meliputi izin edar, kondisi fisik produk, masa kedaluwarsa, serta kesesuaian label. Selain itu, harga eceran dan harga acuan turut dipantau untuk mencegah praktik yang merugikan konsumen.

Petugas Pengawas Barang dan Jasa DPPKUKM Kaltim, Gunadi, menyebut ketersediaan pasokan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga.

Baca Juga :  Dugaan Monopoli Kios Pasar Pagi Belum Disentuh Inspektorat, Pedagang Akui Belum Lapor Resmi

“Menjaga pasokan itu penting, karena pasokan yang cukup akan mengendalikan harga. Kami melakukan pengawasan intensif terhadap harga eceran dan harga acuan,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, sejumlah komoditas utama seperti beras, daging, dan cabai dalam kondisi aman dengan harga relatif stabil. DPPKUKM Kaltim juga memperkuat koordinasi bersama distributor dan pelaku usaha agar distribusi tetap lancar hingga menjelang Idulfitri.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Dukung Musorprov KONI 2026, Gubernur Tekankan Demokrasi dan Transparansi

Tak hanya pengawasan, pemerintah juga mengedepankan edukasi melalui kampanye konsumen cerdas. Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan, serta lebih teliti dalam memilih produk yang akan dikonsumsi.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan situasi selama Ramadan tetap kondusif. Warga pun dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga bahan pokok. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *