DPPA Berau Soroti Bahaya Konten Dewasa di Ponsel Anak

Ilustrasi. (INTERNET)

benuakaltim.co.id, BERAU– Penggunaan perangkat komunikasi atau smartphone bagi anak-anak di masa pendidikan saat ini ibarat pisau bermata dua.

Di satu sisi menjadi sarana mencari informasi, di sisi lain menjadi pintu masuk konten negatif yang sulit dibendung.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPA) Kabupaten Berau, Rabiatul Islamiah mengungkapkan, kekhawatirannya terkait fenomena konten dewasa atau situs porno yang kerap muncul secara tiba-tiba di ponsel anak-anak, bahkan saat mereka sedang mengerjakan tugas sekolah.

“Anak-anak memerlukan HP untuk mendapatkan informasi pendidikan. Namun, meski pemerintah sudah melakukan pembatasan, ada saja pihak yang ingin mengacaukan dengan memunculkan situs-situs tersebut melalui iklan,” ujar Rabiatul, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga :  RKPD 2027 Digodok, Pemkab Berau Targetkan Perubahan di Sektor Ekonomi dan Layanan Publik

Rabiatul menceritakan pengalaman pribadinya yang kerap menemukan iklan konten tidak senonoh muncul secara otomatis saat sedang mencari informasi penting di internet.

Hal ini, menurutnya, sangat berbahaya bagi mentalitas remaja yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

“Saya saja yang sudah usia segini, tidak sengaja mencari tapi iklan itu muncul. Bayangkan bagi anak-anak atau remaja yang rasa ingin tahunya tinggi namun kekuatan imannya belum kokoh. Ini sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Menyikapi fenomena ini, DPPA Berau menekankan bahwa benteng pertahanan utama bukan lagi sekadar pemblokiran situs oleh pemerintah, melainkan pengawasan melekat dari orang tua.

Baca Juga :  Bukan Kewajiban Mutlak, Disnakertrans Berau Luruskan Isu 80 Persen Tenaga Kerja Lokal

Ia menyoroti bagaimana media sosial kini menjadi kiblat perilaku anak-anak, termasuk dalam hal tren berpacaran yang seringkali melampaui batas norma.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pembatasan akun. Orang tua harus mengajarkan mana akun yang perlu dan mana yang tidak. Saat ini anak-anak kita sedang dalam fase ‘mencontoh’ apa yang mereka lihat di media sosial,” tambahnya.

Selain fokus pada dunia digital, Rabiatul juga aktif melakukan pendekatan persuasif secara langsung di lapangan untuk memantau perilaku remaja di Berau. Ia kerap turun langsung ke titik kumpul remaja seperti tribun lapangan atau lapangan basket, terutama saat waktu ibadah tiba.

Baca Juga :  Uji KIR Kendaraan di Berau Kini Bebas Biaya

“Saya sudah mengajak anak-anak yang masih berkumpul saat waktu shalat Jumat untuk segera ke masjid. Lalu penertiban barang terlarang secara persuasif meminta rokok yang dibawa anak sekolah dan memberikan pembinaan,” bebernya.

Ia menegaskan sudah lakukan sosialisasi ketertiban untuk menegur penggunaan knalpot brong pada motor remaja agar kembali ke standar yang aman.

“Ini adalah panggilan jiwa. Kita harus hadir secara persuasif. Saya sering minta mereka buka knalpot brong atau mengambil kotak rokok mereka dengan cara baik-baik, dan alhamdulillah mereka mau menurut,” pungkas Rabiatul. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *