Disperkim Berau Siapkan 81 Paket Peningkatan Gang dan Drainase

Kantor Disperkim Berau. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) memastikan pembangunan infrastruktur kawasan perkotaan tetap menjadi prioritas pada 2026.

Sebanyak 81 paket pekerjaan telah disiapkan untuk peningkatan kualitas gang dan drainase, khususnya di wilayah Tanjung Redeb.

Kepala Disperkim Berau, Mulyadi mengungkapkan, puluhan paket pekerjaan tersebut mencakup penanganan drainase hingga semenisasi gang yang tersebar di kawasan perkotaan.

“Di 2026 ini kami ada 81 paket pekerjaan,” sebut Mulyad, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :  Terkendala Administrasi, Gerai Perizinan Kapal Nelayan di Berau Belum Berjalan

Ia menjelaskan, seluruh pekerjaan itu dirancang untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat perkotaan yang selama ini masih memerlukan peningkatan kualitas, terutama pada akses jalan lingkungan dan sistem drainase.

Untuk memastikan program berjalan terarah dan berkelanjutan, Disperkim Berau saat ini tengah menyusun masterplan pembangunan gang perkotaan. Dokumen perencanaan tersebut disiapkan agar setiap pekerjaan memiliki skala prioritas yang jelas dan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami sedang susun dan atur supaya semuanya bisa ditangani. Dengan masterplan itu, semua perencanaan dan realisasinya diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Manutung Jukut Kembali Diadakan 2026? 

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, pembangunan dan peningkatan jalan serta gang di kawasan perkotaan harus mendapat perhatian serius.

Menurutnya, Tanjung Redeb merupakan wajah sekaligus episentrum aktivitas Kabupaten Berau.

“Tanjung Redeb ini wajah kota Berau. Jadi anggarannya harus dipakai sebaik mungkin. Tidak hanya DPUPR, tapi Disperkim yang mengelola gang juga harus menggunakan anggaran dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Baca Juga :  Anak Petani Sawit Siap-siap Daftar Program Beasiswa Sawit 2026, Ini Syaratnya

Ia juga mengingatkan, pembangunan fisik semata tidak cukup tanpa diimbangi perawatan yang konsisten. Banyak fasilitas publik yang telah dibangun, kata dia, kerap luput dari pemeliharaan sehingga tidak berfungsi optimal.

“Saya tipikal bupati yang suka turun langsung melihat kondisi pembangunan. Jadi saya tahu mana yang dibangun dan dirawat, dan mana yang dibiarkan begitu saja,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *