benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melakukan pergantian pimpinan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sanggam Adji Dilayas. Jabatan yang sebelumnya dipegang Syaidinoor kini resmi dipercayakan kepada Joni.
Pergantian ini diharapkan menjadi momentum untuk membenahi pengelolaan pasar yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, berharap kepala UPT yang baru dapat segera melakukan penataan terhadap berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satunya terkait penerapan portal elektronik di pintu masuk pasar yang sempat menimbulkan polemik di kalangan pedagang dan masyarakat.
Menurutnya, penerapan fasilitas berbasis digital tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pengelolaan pasar agar lebih tertib dan terorganisasi.
Namun saat pertama kali diterapkan, fasilitas itu belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat sehingga menimbulkan penolakan dari sebagian pedagang maupun pengunjung pasar.
“Saya berharap dengan kepala UPT yang baru, Pasar Sanggam Adji Dilayas bisa lebih tertib. Kita sekarang berada di era digital, sehingga penerapan fasilitas seperti portal elektronik sebenarnya untuk meningkatkan pengelolaan pasar,” ujar Sri Juniarsih Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, setelah perayaan Idulfitri nanti pemerintah daerah akan kembali melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat agar fungsi portal elektronik tersebut dapat dipahami dengan lebih baik.
Bupati juga meminta petugas pasar menyampaikan informasi dengan pendekatan yang lebih humanis agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan kesalahpahaman seperti sebelumnya.
“Saya minta petugas pasar lebih humanis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penerapan fasilitas baru di pasar. Jangan sampai terjadi lagi gesekan seperti yang pernah terjadi,” tegasnya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan bahwa portal elektronik tersebut merupakan fasilitas yang telah diadakan oleh pemerintah daerah.
Karena itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara optimal. “Fasilitas ini sudah kita adakan. Jika tidak difungsikan tentu bisa menjadi temuan dalam pemeriksaan keuangan,” katanya.
Selain persoalan digitalisasi, Bupati juga menyoroti operasional Pasar Subuh yang dinilai belum tertata dengan baik.
Ia menyebut jam operasional pasar subuh kerap berubah sehingga aktivitas perdagangan tidak terkontrol.
Padahal, lahan yang saat ini digunakan untuk aktivitas pasar subuh sebenarnya direncanakan sebagai area parkir bagi pengunjung pasar.
“Pasar subuh ini jam operasionalnya sering berubah-ubah dan tidak menentu. Lahan yang digunakan sebenarnya diperuntukkan sebagai area parkir. Saya berharap kepala UPT yang baru bisa menata kembali hal ini,” jelasnya.
Tak hanya itu, aspek kebersihan pasar juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Pemkab Berau sebelumnya telah menambah dan memperluas fasilitas tempat pembuangan sampah di kawasan pasar.
Karena itu, pengelola pasar diminta memaksimalkan fungsi fasilitas tersebut agar kondisi pasar tetap bersih dan tertata.
“Saya minta kebersihan benar-benar diperhatikan. Tempat sampah sudah kita sediakan dan diperluas. Tolong dimaksimalkan sehingga pasar terlihat rapi dan bersih,” ujarnya.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa Pasar Sanggam Adji Dilayas merupakan salah satu ikon Kabupaten Berau yang mencerminkan wajah daerah.
Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar masyarakat maupun pengunjung merasa nyaman berbelanja.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas yang baru, Joni, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Berau untuk memimpin pengelolaan pasar tersebut.
“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Berau yang telah memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Kepala UPT Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ujarnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






