Dari Rp2,5 T Jadi Rp1 T, Anggaran PUPR Berau Turun Drastis

Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra Firnawan. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Anggaran belanja modal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Berau mengalami kontraksi signifikan pada tahun ini.

Penurunan drastis ini memaksa pemerintah daerah melakukan efisiensi besar-besaran terhadap sejumlah rencana infrastruktur yang telah disusun.

Kepala Dinas PUPR Berau, Fendra, Firnawan mengungkapkan perbedaan nilai anggaran tahun ini dengan tahun sebelumnya sangat mencolok. Hal ini berdampak langsung pada kelangsungan proyek fisik di lapangan.

Baca Juga :  DPPA Berau Soroti Bahaya Konten Dewasa di Ponsel Anak

“Tahun lalu kan kita dapat angka belanja modal itu sekitar 2,4 sampai 2,5 triliun rupiah. Nah, ini baru 1 triliun rupiah. Makanya penganggaran kita ada efisiensi, ada pengurangan,” sebut Fendra, Senin (16/3/2026).

Fendra menjelaskan, meski perencanaan sudah dikantongi oleh pihak PUPR, eksekusi fisik sangat bergantung pada ketersediaan dana di Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Hingga saat ini, ia mengaku belum melihat detail DPA untuk memastikan apakah proyek turap masuk dalam skema pengerjaan tahun ini atau tidak.

Baca Juga :  Bandingkan dengan Kabupaten Malinau, DPRD Berau Kritik Pengelolaan CSR Perusahaan

“Kalau perencanaan, di PU sudah ada semua. Tinggal melaksanakan fisik dan anggarannya. Namun, untuk turap tahun ini belum ada prioritas karena kita melihat kondisinya masih baik-baik saja,” jelasnya.

Meski terjadi pemangkasan anggaran, Fendra menegaskan pemerintah tetap memiliki skala prioritas. Untuk tahun 2026, fokus utama akan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti air bersih dan akses jalan.

Baca Juga :  Bupati Berau Ganti Kepala UPT PSAD

Namun, lokasi spesifik pengerjaan proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan intensif.

“Fokusnya ke air bersih, jalan, dan jembatan. Tapi detail lokasinya di mana, kita belum lihat data teknisnya karena masih dalam tahap masukan SIPD dan ada pembicaraan antara Baperlitbang dengan pihak provinsi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *