benuakaltim.co.id, BERAU– Isu kelangkaan gas LPG 3 kg dan lonjakan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah menjadi sorotan hangat.
Menanggapi keresahan warga, Unit Tipidter Polres Berau langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi riil di pasar dan agen distribusi.
Kanit Tipidter Polres Berau, Iptu Yoga Fattur Rahman mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan mendalam, baik di agen-agen LPG maupun pasar tradisional untuk memantau ketahanan pangan.
Iptu Yoga membenarkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas bapokting, senada dengan apa yang disampaikan Bupati Berau sebelumnya.
Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
“Memang ada kenaikan di sebagian jenis bapokting. Namun, itu masih terbilang aman dan stabil. Untuk masyarakat, harganya masih terjangkau,” ujar Iptu Yoga saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (18/3/2026).
Ia juga menegaskan, stok pangan di Berau saat ini masih tersedia dengan mencukupi. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak.
“Untuk masyarakat Berau semuanya, tidak perlu khawatir terkait stok. Stok tersedia, namun ya beli secukupnya seperti hari-hari biasa saja,” tambahnya.
Terkait isu miring mengenai adanya praktik penimbunan gas LPG 3 kg yang menyebabkan antrean panjang, Iptu Yoga membantah hal tersebut. Berdasarkan hasil investigasi sementara, pihaknya tidak menemukan indikasi penimbunan.
“Kalau untuk penimbunan LPG, sejauh ini tidak ada,” tegasnya.
Meski demikian, Iptu Yoga memastikan jajaran kepolisian tidak akan tinggal diam dan terus melakukan pemantauan ketat di lapangan.
“Kami dari kepolisian pastinya bakal tetap memantau. Apabila memang ada indikasi (penimbunan), pasti segera kami selidiki dan kami ungkap,” ucapnya dengan tegas.
Menjelaskan fenomena antrean gas yang sempat terjadi, Iptu Yoga menyebutkan bahwa persoalan utama terletak pada masalah teknis, bukan kriminalitas.
“Itu kendala operasional saja terkait distribusinya. Kan mengantre itu, nah hanya kendala seperti itu saja,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






