benuakaltim.co.id, BERAU– Kabar gembira bagi warga Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Konektivitas antarwilayah kini semakin efisien dengan hadirnya armada speedboat baru yang melayani rute Berau menuju Tarakan dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, menyatakan transformasi transportasi laut ini merupakan langkah besar untuk mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah.
“Pada prinsipnya kita membuka seluas-luasnya usaha demi kemajuan Kabupaten Berau, yang kita jual adalah pariwisata dan ekonomi,” ujar Andi Marewangeng, Rabu (18/3/2026).
Jika sebelumnya perjalanan menggunakan kapal memakan waktu hingga 8 jam, kini dengan armada speedboat berkapasitas mesin besar (250 PK), perjalanan dapat ditempuh hanya dalam waktu 3 jam.
Berdasarkan uji coba langsung yang dilakukan Andi, rute dari Tarakan menuju Tanjung Batu hanya memakan waktu sekitar 2 jam 10 menit. Setelah transit singkat, perjalanan dilanjutkan ke Berau dengan total estimasi waktu tidak sampai 3 jam dalam kondisi normal.
“Kemarin saya ikut langsung, berangkat jam 11 siang. Totalnya sekitar 3 jam, paling lambat 3,5 jam. Tapi kalau kondisi normal, tidak sampai 3 jam sudah sampai,” sebutnya.
Andi menekankan, keselamatan penumpang adalah harga mati. Dishub Berau telah memasang infrastruktur pendukung berupa repeater di Tanjung Batu untuk memastikan komunikasi tetap lancar meski berada di tengah laut.
“Setiap speedboat wajib memiliki perangkat radio untuk berkomunikasi melalui repeater di titik Sangalaki dan Semama. Armada besar kini sudah dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS) dan komunikasi satelit yang terpantau secara real-time,” bebernya.
Menurutnya armada yang beroperasi memiliki kapasitas 62 kursi penumpang dan meskipun memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk tumbuh, Andi Marewangeng mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan administrasi.
Hal ini, kata dia, berkaca pada adanya laporan mengenai speedboat liar yang belum melapor ke Dishub.
“Kita ingin pariwisata nyaman dan keselamatan terjaga. Contohnya harus tertib administrasi, semua jalan (sesuai aturan). Kita berdoa jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti di tempat lain,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






