Diduga Bawa BBM Hasil Pengetapan, Minibus Tabrak Pengendara Motor di Wahid Hasyim II

DIAMANKAN: Belasan jeriken berkapsitas 35 liter yang ditemukan di dalam mobil yang menabrak motor di Jalan Wahid Hasyim II, diamankan Pamapta I Polresta Samarinda, Kamis (12/3/2026). (DOK: Humas Polresta Samarinda)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Wahid Hasyim II, Kota Samarinda, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 13.45 Wita.

Satu unit minibus yang diduga membawa bahan bakar minyak (BBM) hasil pengetapan menabrak sepeda motor hingga menyebabkan satu orang pengendara mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, insiden bermula saat dua pengendara motor melaju di jalur kiri jalan. Tiba-tiba mobil minibus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang dan mencoba menyalip melalui sisi kiri hingga menabrak salah satu pengendara motor.

Baca Juga :  Terseret Mobil Dinas Viral, Wali Kota Andi Harun Sebut Mobil Defender untuk Tamu Bukan Kendaraan Dinas

Salah seorang saksi, Iin, mengatakan mobil tersebut sempat menyerempet motornya sebelum akhirnya menghantam pengendara yang berada di dekatnya.

“Saya dan bapak itu sama-sama di jalur kiri. Mobil itu ngebut sekali dan nyalip dari kiri, bukan dari kanan. Saya sempat terserempet sampai motor goyang, tapi tidak jatuh. Bapak yang di dekat saya yang kena tabrak,” ungkapnya.

Perwira Pengendali Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahari, membenarkan peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat dan sepeda motor tersebut. Mobil minibus diketahui dikemudikan oleh Wahyu (22), warga Perumahan Bengkuring.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pengancaman dan Perusakan Kantor Pengadilan Negeri Tanjung Redeb

Sementara itu, identitas pengendara motor yang menjadi korban hingga kini belum diketahui. Korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit terdekat.

“Korban sementara satu orang. Dalam kondisi sadar, tetapi belum bisa dimintai keterangan,” jelas Mat Bahari.

Petugas yang melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian menemukan belasan jeriken berkapasitas sekitar 35 liter di dalam mobil minibus tersebut. Jeriken itu diduga berisi BBM yang berasal dari aktivitas pengetapan ilegal.

Baca Juga :  PT KPC Alokasikan Rp12,7 Miliar untuk Infrastruktur Ramah Disabilitas dan Berkelanjutan di Kutim

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami temuan tersebut untuk memastikan asal-usul BBM sekaligus mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Agus Setyawan, menyatakan laporan terkait kejadian ini baru diterima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. “Laporannya baru dibuat dan saat ini masih proses lidik. Untuk status sopir maupun kendaraan masih kami dalami,” ujarnya singkat. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *