benuakaltim.co.id, BERAU – Kebijakan penerapan portal elektronik di pasar tradisional Kabupaten Berau menuai polemik panas.
Setelah memicu gelombang protes dari pedagang dan pengunjung, desakan untuk mengembalikan sistem parkir ke cara manual kini disuarakan lantang oleh legislator setempat.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menyatakan dukungan penuhnya terhadap aspirasi masyarakat yang meminta penghentian sistem portal elektronik tersebut.
Menurutnya, kebijakan publik seharusnya lahir untuk memudahkan, bukan justru menjadi beban bagi ekonomi kerakyatan. Gideon mempertanyakan urgensi dari pemaksaan teknologi yang dianggap belum siap diterapkan di lingkungan pasar tradisional Berau.
Ia menilai, karakteristik pengunjung pasar di Berau sangat beragam, dengan mayoritas berasal dari wilayah perkampungan yang masih asing dengan sistem digital.
“Masyarakat kita ini dari berbagai lapisan, lebih banyak dari kampung. Sebenarnya bukan mereka tidak siap, tapi memang kondisi blank spot di Kabupaten Berau ini masih banyak,” tegas Gideon, Senin (16/3).
Ia pun menyayangkan sikap pemerintah yang seolah memaksakan penerapan teknologi tanpa melihat dampak negatifnya terhadap jumlah kunjungan pasar.
“Kenapa harus kita paksakan elektronik ketika itu menjadi dampak yang tidak baik buat masyarakat dan pelaku ekonomi di situ? Ini kemauan siapa? Tujuannya untuk apa?,” cecarnya.
Lebih lanjut, Gideon menyoroti lemahnya tahap sosialisasi dan edukasi sebelum sistem ini diterapkan. Menurutnya, protes keras yang datang dari dalam internal pasar adalah bukti nyata bahwa kebijakan ini belum matang.
“Seharusnya ada sosialisasi, ada edukasi. Kalau sudah diedukasi tapi mereka tetap protes, ya berarti ada yang salah. Bukan masyarakatnya yang salah, tapi yang memasang portalnya itu,” tambah Gideon.
Gideon menegaskan bahwa konsep pasar di Berau adalah semi-tradisional dan semi-modern yang melayani masyarakat luas.
Jika sistem manual dirasa lebih nyaman dan menguntungkan bagi perputaran ekonomi, maka pemerintah tidak boleh menutup mata.
“Kalau mereka merasa nyaman dengan manual dan itu berpengaruh terhadap jumlah pembeli, ya silakan saja. Saya mendukung itu,” tutupnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






