Gubernur Rudy Apresiasi Adanya Penerbangan Perintis Rute Berau-Maratua

LAUNCHING: Suasana Launching penerbangan perdana (inaugural flight) rute Berau–Maratua dan Maratua–Berau menggunakan pesawat Wings Air tipe ATR 72-600. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Berau, Otoritas Bandar Udara, dan Manajemen Lion Group.

Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan harapan besarnya tentang ada pelaksanaan penerbangan perdana (inaugural flight) rute Berau–Maratua dan Maratua–Berau menggunakan pesawat Wings Air tipe ATR 72-600.

Momentum bersejarah ini bukan sekadar seremoni penerbangan, melainkan simbol terbukanya gerbang peradaban udara menuju salah satu mutiara bahari Indonesia.

Baca Juga :  Umat Hindu Samarinda Sambut Nyepi Saka 1948, Angkat Pesan Persaudaraan Global

“Langkah ini bukan sekadar membuka jalur penerbangan, melainkan membuka gerbang dunia menuju surga dunia—Maratua, permata bahari Kalimantan Timur yang keindahannya telah diakui di kancah nasional hingga internasional,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).

Gubernur juga menekankan pentingnya memperluas dan memperkuat jaringan rute agar konektivitas tidak berhenti pada satu titik. “Melainkan terus berkembang sebagai bagian dari strategi besar penguatan pariwisata dan ekonomi daerah,” ucapnya.

Baca Juga :  Jaringan Internet jadi Sorotan, Disdikbud Samarinda Evaluasi Pelaksanaan Uji Coba TKA

Menurut Rudy, terdaoat keunikan Maratua termasuk fenomena alam dan kekayaan laut seperti ikan tornado barracuda yang menjadi ikon langka perairan Maratua, adalah warisan bahari yang harus dijaga sekaligus diperkenalkan kepada dunia.

“Lebih dari sekadar pariwisata, rute ini juga membawa manfaat langsung bagi UMKM lokal, nelayan, pengelola resort, pelaku jasa wisata, hingga masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidupnya pada denyut ekonomi bahari,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Samarinda Belum Pastikan Pembukaan Teras Samarinda Tahap II Jelang Lebaran

Dilanjutkannya, konektivitas yang berpihak itu menghubungkan daratan dan lautan, tradisi dan modernitas, lokal dan global.

“Dari bumi tiwakal Berau yang teguh hingga samudra bahari Maratua yang mempesona, penerbangan ini adalah wujud nyata bahwa Kalimantan Timur siap melangkah lebih jauh,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *