Disdamkar Samarinda Imbau Warga Cek Peralatan Rumah Sebelum Mudik Lebaran

Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH. (FOTO:Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA– Menjelang arus mudik Idulfitri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

Kepala Disdamkar Samarinda, Hendra AH, Kamis (12/3/2026), mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap aspek keselamatan rumah tangga.

Edukasi dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyampaian langsung kepada komunitas hingga pemasangan papan imbauan di sejumlah titik di Kota Samarinda.

Baca Juga :  Arus Mudik ke Hulu Mahakam Mulai Bergerak, 23 Kapal Disiagakan di Dermaga Mahulu

Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada warga yang berencana mudik agar memastikan seluruh peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

“Kalau hendak mudik, pastikan kompor sudah benar-benar dimatikan. Selain itu, cabut juga colokan listrik atau stop kontak yang tidak diperlukan untuk mencegah terjadinya korsleting,” ujarnya.

Baca Juga :  PT KPC Alokasikan Rp12,7 Miliar untuk Infrastruktur Ramah Disabilitas dan Berkelanjutan di Kutim

Hendra menjelaskan, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di Samarinda masih disebabkan oleh korsleting listrik. Persentasenya bahkan mencapai lebih dari separuh dari total kejadian kebakaran yang ditangani petugas.

Selain faktor listrik, kebakaran juga kerap dipicu oleh kelalaian saat menggunakan kompor, seperti lupa mematikan api setelah memasak atau memanaskan makanan.
Sebagai langkah antisipasi dini, Disdamkar juga mendorong masyarakat untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.

Baca Juga :  Diduga Bawa BBM Hasil Pengetapan, Minibus Tabrak Pengendara Motor di Wahid Hasyim II

“Setiap rumah sebaiknya memiliki minimal satu APAR untuk penanganan awal jika terjadi kebakaran kecil. Kalau api sudah membesar, barulah petugas damkar bersama relawan turun melakukan pemadaman,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *