benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur tengah berpacu dengan waktu. Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, berharap Pemerintah Provinsi Kaltim segera menuntaskan pencairan dana hibah tahun anggaran 2026 agar roda organisasi tetap berjalan, termasuk agenda penting Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov).
Menurut Rusdiansyah, dana hibah yang disalurkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim memiliki peran vital dalam menopang berbagai program pembinaan olahraga. Tanpa dukungan anggaran tersebut, sejumlah agenda strategis berpotensi tertunda.
Ia menjelaskan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dijadwalkan pada akhir Maret menjadi titik krusial. Jika proses tersebut rampung sesuai rencana, pelaksanaan Musorprov diproyeksikan bisa digelar paling lambat akhir April 2026.
“Kalau akhir Maret ini NPHD sudah ditandatangani, kami optimistis Musorprov bisa dilaksanakan paling lambat akhir April untuk memilih ketua baru periode 2026–2030,” ujarnya belum lama ini.
Namun dibalik optimisme itu, Rusdiansyah tak menampik kondisi keuangan KONI Kaltim saat ini berada di titik kritis. Seluruh sisa anggaran sebesar Rp1,3 miliar per 31 Desember 2025 telah dikembalikan ke kas daerah sesuai arahan Dispora Kaltim, sehingga organisasi kini praktis tanpa dana operasional.
“Secara jujur, saat ini kami sudah tidak memiliki anggaran. Karena itu, kami sangat berharap hibah segera cair agar semua agenda bisa berjalan, termasuk Musorprov,” tegasnya.
Meski jadwal resmi belum diumumkan, dinamika menuju pemilihan ketua KONI Kaltim periode berikutnya mulai menghangat. Sejumlah nama kandidat bermunculan dan disebut-sebut telah menggalang dukungan dari berbagai cabang olahraga maupun KONI daerah.
Salah satu figur yang menguat adalah Anderiy Syachrum. Ia dikabarkan telah mengantongi dukungan dari sembilan KONI kabupaten/kota serta 35 pengurus provinsi cabang olahraga.
Selain itu, beberapa nama lain juga masuk dalam bursa calon, di antaranya Syahariah Mas’ud, Alwi Al-Qadri, Sapto, hingga Rusman Ya’qub yang kini menjabat sebagai Ketua Pengprov Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Kaltim. Nama lain yang turut mencuat adalah Jawad Sirajuddin atau Haji Jawad, Ketua Pengprov Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kaltim.
Anderiy Syachrum yang akrab disapa H. Andre, menyatakan kesiapannya membawa perubahan dalam tata kelola organisasi jika dipercaya memimpin KONI Kaltim. Ia menekankan pentingnya transparansi serta komunikasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
“Target kami jelas, bagaimana atlet-atlet Kaltim bisa tampil dan berkontribusi di level internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Kaltim tidak boleh hanya menjadi penonton,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






