Upaya Tekan Angka Narkotika, Pemkab Berau Siapkan Lahan Hibah untuk Pembentukan BNNK

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Pemkab Berau mendukung percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Salah satu langkah konkret adalah menyiapkan lahan hibah seluas 3.000 meter persegi, untuk pembangunan gedung BNNK Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan lahan tersebut berlokasi di Jalan Raden Ayoeb, Kecamatan Gunung Tabur. Lokasinya berada di antara SMA Negeri 5 Berau dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Menurutnya, luasan lahan itu telah melebihi ketentuan minimal yang disyaratkan, yakni 1.500 meter persegi.

“Alhamdulillah, Pemkab Berau sudah menyiapkan lahan hibah untuk pembangunan BNNK Berau seluas 3.000 meter persegi. Luasan ini bahkan melampaui standar minimal yang diminta,” ungkapnya, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, penyediaan lahan yang lebih luas dimaksudkan untuk mengantisipasi kebutuhan pengembangan fasilitas BNNK ke depan. Dengan demikian, jika terjadi penambahan sarana dan prasarana, seluruh aktivitas tetap berada dalam satu kawasan yang sama.

Baca Juga :  Polemik Ganti Rugi Keramba Selesai, Nilai Ganti Rugi Disepakati Rp 900 Juta

Selain lahan, Pemkab Berau juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung lainnya. Di antaranya, naskah akademik, dan  penempatan 20 aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu operasional BNNK selama dua tahun awal.

“Untuk sementara, aktivitas BNNK masih di Kesbangpol. Sambil menunggu pembangunan gedung permanen, kami juga menyiapkan ASN yang akan ditempatkan di BNNK,” ujarnya.

Gamalis menegaskan, kehadiran BNNK di Kabupaten Berau dapat memperkuat upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Melalui BNNK, program edukasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan terstruktur.

“Dengan adanya BNNK, edukasi bisa dilakukan lebih masif, deteksi dini lebih cepat, dan layanan rehabilitasi lebih terarah. Ini menjadi instrumen penting untuk membangun generasi Berau yang lebih kuat ke depan,” ucapnya.

Baca Juga :  Disperkim Berau Siapkan 81 Paket Peningkatan Gang dan Drainase

Ia juga mengakui kondisi peredaran narkotika di Kabupaten Berau telah berada pada tahap mengkhawatirkan. Bahkan, disebut tidak lagi sekadar menjadi daerah lintasan. Melainkan telah menjadi tujuan peredaran narkotika, termasuk yang ditemukan di wilayah perairan dan pulau-pulau sekitar.

“Kalau melihat kondisi hari ini, tentu kita miris. Berau sudah bukan lagi daerah lintasan. Dengan temuan peredaran narkotika di beberapa wilayah, termasuk kawasan perairan dan pulau-pulau, ini menunjukkan ancaman yang serius,” terangnya.

Selama ini, lanjut Gamalis, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Berau masih banyak bertumpu pada kegiatan edukasi dan tes urin yang dilakukan oleh Kesbangpol melalui program P4GN. Sementara itu, penindakan sepenuhnya menjadi kewenangan kepolisian.

Baca Juga :  Kabupaten Berau Jadi Incaran Waralaba Nasional, Daya Beli Warga Dinilai Tinggi

Melalui pembentukan BNNK, Gamalis berharap upaya penanganan narkotika di Berau dapat dilakukan secara lebih terpadu, mulai dari pencegahan, penindakan, hingga rehabilitasi. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Timur guna mempercepat realisasi pembentukan BNNK Berau.

“Yang terpenting, kami dari pemerintah daerah sudah memenuhi syarat utama, yakni menyiapkan lahan. Selanjutnya, pembangunan gedung dan pembentukan struktur organisasi menjadi kewenangan BNN. Kami berharap dengan fasilitas ini, peredaran narkotika di Berau bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *