Alokasi Rp 20 Miliar untuk Pembangunan Gedung Baru DPRD Berau Dibatalkan

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Rencana pembangunan gedung baru Kantor DPRD Kabupaten Berau yang telah lama dinantikan dipastikan batal terealisasi tahun ini.

Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah memaksa proyek yang telah direncanakan matang tersebut harus masuk kotak sementara waktu.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengungkapkan, usulan pembangunan ini sebenarnya telah disetujui oleh pemerintah daerah. Namun, karena kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami penyesuaian, anggaran sebesar Rp20 miliar yang sebelumnya telah dialokasikan terpaksa dihapus.

Baca Juga :  Kabupaten Berau Jadi Incaran Waralaba Nasional, Daya Beli Warga Dinilai Tinggi

“Awalnya sudah disetujui, bahkan sudah masuk anggaran sekitar Rp20 miliar. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya dibatalkan. Kita tunggu sampai keuangan kita kembali normal,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, gedung baru tersebut rencananya akan didesain dua lantai dengan fokus area rapat komite di lantai dasar untuk memudahkan akses komunikasi dengan masyarakat.

Urgensi pembangunan ini juga didorong oleh proyeksi penambahan jumlah anggota legislatif di masa depan. Berdasarkan data KPU dan pertumbuhan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 400.000 jiwa pada tahun 2029, jumlah kursi DPRD Berau diprediksi akan terus bertambah.

Baca Juga :  Bupati Sri Juniarsih Temui Bupati Kutim, Bahas Konflik Tapal Batas di Biatan Ilir

“Tahun 2029 kursi kita bertambah dari 30 menjadi 35. Bahkan jika penduduk tembus 400 ribu, bisa naik lagi menjadi 40 kursi. Ini jadi pertimbangan utama mengapa kita sebenarnya butuh gedung baru yang lebih layak,” tambahnya.

Meski konstruksi fisik batal dilakukan tahun ini, pihak DPRD akan tetap merampungkan proses perencanaan agar proyek bisa langsung berjalan saat anggaran tersedia di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Belakang Pasar Sanggam, DPUPR Berau Siapkan Anggaran Rp 9 M

“Tahun ini tidak ada pembangunan fisik. Kita selesaikan dulu perencanaannya, baru nanti kita ajukan lagi ke pemerintah daerah. Mudah-mudahan tahun depan keuangan kita membaik,” bebernya.

Untuk saat ini, seluruh aktivitas kedewanan akan tetap berpusat di gedung lama sembari menunggu kepastian kondisi fiskal daerah di periode anggaran selanjutnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *