benuakaltim.co.id, BERAU– Komunitas sepeda di Tanjung Redeb, Abissia Bike menggelar night ride untuk sekadar berkeliling dan menikmati suasana kota di malam hari.
“Agenda kali ini cukup night ride aja keliling Tanjung Redeb,” ujar penggagas Abissia Bike, Sigit Pamungkas Sabtu (31/1/2026).
Di balik kesederhanaannya, night ride ini menyimpan pesan yang lebih panjang. Menurut Sigit, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye critical mass, sebuah upaya kolektif untuk menegaskan bahwa pesepeda memiliki kedudukan yang setara dengan pengguna jalan lainnya.
Bagi Abissia Bike, jalan raya bukan semata ruang kendaraan bermotor, melainkan ruang bersama yang seharusnya aman dan nyaman untuk semua. Semangat itu pula yang melandasi lahirnya Abissia Bike sebagai gerakan tanpa sekat komunitas.
Tidak ada pembatas jenis sepeda, tidak ada kewajiban atribut atau identitas.
Siapa pun boleh ikut, asal mau mengayuh bersama. Untuk agenda perdana, antusiasme yang hadir terbilang tinggi. Lebih dari 60 pesepeda ikut meramaikan night ride malam itu.
Meski berlangsung santai, perjalanan tersebut juga membuka catatan penting tentang wajah kota. Di Jalan Murjani I, tepat di depan Lapangan Batiwakkal, minimnya penerangan jalan menjadi sorotan tersendiri.
“Setiap sudut kota tak akan bisa kita nikmati, jika tanpa cahaya yang memadai,” tutur Sigit.
Sebuah kritik halus yang terasa relevan, terutama bagi keselamatan pesepeda di malam hari. Pemilihan Landmark Segah Riverside sebagai titik kumpul sekaligus finis juga bukan tanpa alasan.
Selain menjadi ikon kota, kawasan ini diharapkan berfungsi sebagai ruang singgah pasca-bersepeda. Peserta bisa duduk santai, menikmati jajanan, sekaligus menghidupkan lapak UMKM yang berjejer di sepanjang tepian.
Ke depan, Abissia Bike berencana menjadikan night ride sebagai agenda rutin, setidaknya setiap akhir bulan. Bukan untuk mengejar sensasi atau angka peserta, melainkan menjaga konsistensi, mempererat pertemanan, dan merawat kebersamaan dalam setiap kayuhan.
Mungkin, beginilah cara sederhana membaca kota dari atas sepeda: mengayuh pelan, merasakan gelap dan terang jalanan, lalu berharap ada perubahan. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






