DPUPR Berau Genjot Pembangunan Jalan di 13 Kecamatan, Anggaran Capai Rp 40 Miliar per Wilayah

DPUPR Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Bumi Batiwakkal.

Fokus utama saat ini adalah menangani ribuan kilometer jalan kabupaten yang tersebar di 13 kecamatan, termasuk akses menuju destinasi wisata unggulan.

Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto mengungkapkan, saat ini total panjang jalan yang menjadi kewenangan kabupaten mencapai kurang lebih 1.433 kilometer.

Dari jumlah tersebut, kondisi jalan yang masuk kategori baik dan sedang baru mencapai sekitar 555,75 kilometer.

“Jika dipersentasekan, kondisi jalan mantap kita baru berada di angka 38,77 persen. Artinya, masih cukup banyak jalan yang masuk kategori rusak ringan hingga rusak berat yang harus kami tangani,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga :  Persoalan Akses Jalan di Kampung Tasuk Belum Usai, Peran Pemkab Berau Disorot

Bambang mengatakan, DPUPR telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk tahun 2024 dan 2025 guna mengejar ketertinggalan tersebut.

“Pembangunan dan rehabilitasi jalan dilakukan merata di 13 kecamatan dengan estimasi anggaran berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp40 miliar per kecamatan,” ungkapnya.

Kata dia, ada beberapa proyek strategis yang sedang berjalan, di antaranya Kecamatan Segah bakal rehabilitasi jalan poros Baturajang-Long Lamcin sepanjang 4,1 km dengan spesifikasi semenisasi beton senilai lebih dari Rp21,2 miliar.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Belakang Pasar Sanggam, DPUPR Berau Siapkan Anggaran Rp 9 M

“Selain itu, terdapat rekonstruksi jalan poros Pandansari-Harapan Jaya senilai Rp9 miliar,” bebernya.

Menurutnya, Kecamatan Biduk-Biduk dan Teluk Sulaiman pun akan ada peningkatan jalan serta pembangunan pelengkap jalan poros Teluk Sulaiman-Teluk Sumbang dengan anggaran fantastis mencapai Rp19 miliar.

“Khusus untuk jalan poros Baturajang-Long Lamcin, kami gunakan pengerasan beton karena jalur tersebut sering dilalui kendaraan berat berkapasitas di atas 8 ton. Kami ingin jalan ini tahan lama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tuntut Jaminan Keamanan, Warga Biatan Tak Akan Tinggalkan Lokasi Sengketa

Meski anggaran terbesar masih terserap di wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Gunung Tabur, DPUPR memastikan wilayah pesisir dan hulu tetap menjadi prioritas, terutama yang mendukung sektor pariwisata.

Bambang optimis bahwa proyek-proyek yang sedang berjalan, termasuk sarana pelengkap jalan agar terlihat lebih estetis dan menarik bagi wisatawan, dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

“Kami terus berproses setiap tahunnya. Kami proyeksikan dan targetkan pembangunan jalan-jalan ini bisa selesai di tahun 2026 mendatang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *