benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau tengah serius menggarap proyek strategis pembangunan sirkuit balap sebagai bagian dari realisasi visi-misi Bupati Berau.
Sirkuit ini diproyeksikan menjadi wadah resmi bagi para pecinta otomotif sekaligus mencetak atlet balap berbakat dari Bumi Batiwakkal.
Kepala Dispora Berau, Amiruddin mengungkapkan, pihaknya telah melakukan langkah awal berupa peninjauan lapangan dan studi banding ke beberapa lokasi, termasuk Sirkuit Surabaya dan melakukan koordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Sirkuit ini sebetulnya menjadi visi-misi Ibu Bupati. Kami kemarin bersama KONI dan Dewan sudah melakukan pengecekan dan peninjauan, khususnya di Kabupaten Pasir dan Sirkuit Surabaya,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Amiruddin menjelaskan, Sirkuit Surabaya dianggap sebagai referensi yang representatif untuk diterapkan di Berau.
Namun, akan ada beberapa penyesuaian teknis untuk meningkatkan kualitas dan fungsionalitasnya agar bisa menampung berbagai jenis kendaraan, termasuk mobil.
“Sirkuit di Surabaya itu sudah representatif. Hanya perlu penambahan, yang tadinya lintasan lurus 400 meter menjadi 800 meter agar semua jenis mobil juga bisa masuk ke sana,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kata dia, dari sisi ketersediaan lahan, Kabupaten Berau memiliki keunggulan. “Jika Sirkuit Surabaya berdiri di lahan yang relatif terbatas, Berau telah menyiapkan lahan hibah seluas 12 hektare,” ucapnya.
Menurutnya, luas lahan yang sangat memadai ini memungkinkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi sirkuit, tetapi juga dikembangkan untuk fasilitas olahraga lainnya.
“Meski sirkuit yang akan dibangun berstatus Sirkuit Nasional, saya menegaskan bahwa standar keamanan dan teknis tidak akan main-main,” bebernya.
Pihaknya berencana berkoordinasi dengan pengelola Sirkuit Mandalika terkait sistem drainase dan fitur keselamatan (safety).
“Kami akan berkoordinasi untuk mendapatkan saran mengenai sistem drainase dan safety-nya. Bukan berarti kita mencontek Mandalika secara keseluruhan, tapi standar-standar teknis itu yang perlu kita tahu agar pembangunan ini sesuai standar nasional,” tuturnya.
Terkait anggaran, Amiruddin memberikan gambaran kasar berdasarkan referensi pembangunan di Surabaya yang mencapai angka sekitar Rp50 miliar. Namun, angka pasti untuk di Berau masih menunggu rampungnya penyusunan Detailed Engineering Design (DED).
“Langkah selanjutnya, kami akan bertemu dengan Ibu Bupati dan tim, termasuk dengan Ketua Cabor dan KONI untuk menentukan desain finalnya. Setelah perencanaan (DED) selesai, baru bisa kita breakdown kebutuhan fisiknya berapa dan mana yang akan dikerjakan terlebih dahulu,” tegasnya
Pembangunan sirkuit ini diharapkan tidak hanya mengakhiri aksi balap liar di jalanan umum, tetapi juga menjadi magnet baru bagi sport tourism di Kabupaten Berau. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






