Kabupaten Berau Jadi Incaran Waralaba Nasional, Daya Beli Warga Dinilai Tinggi

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kabupaten Berau kini tengah menjadi primadona baru bagi para raksasa bisnis waralaba nasional.

Mulai dari kehadiran gerai Mie Gacoan yang fenomenal hingga ekspansi masif ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat di Bumi Batiwakkal tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran mengungkapkan, tren investasi di sektor waralaba (franchise) terus menunjukkan grafik yang positif.

Menurutnya, para investor besar tersebut tidak asal pilih lokasi mereka telah melakukan survei mendalam terhadap potensi ekonomi lokal.

Baca Juga :  Proyek TPA Pegat Bukur Terdampak Efisiensi, RS Tanjung Redeb Terancam Berdampingan dengan Sampah

Nanang menjelaskan, salah satu alasan utama mengapa merek-merek besar seperti Mie Gacoan, Roti’O, hingga jaringan minimarket nasional berani masuk ke Berau adalah karena penilaian terhadap kemampuan finansial masyarakatnya yang di atas rata-rata.

“Para investor ini pasti sudah survei dulu sebelum masuk. Mereka melihat daya beli masyarakat Berau itu sangat tinggi. Inilah yang membuat mereka yakin untuk membuka usaha di sini,” ujar Nanang dalam sebuah wawancara eksklusif.

Tak hanya sektor kuliner dan ritel, sektor jasa dan perhotelan pun mulai bertransformasi.

Baca Juga :  Disperkim Berau Siapkan 81 Paket Peningkatan Gang dan Drainase

Nanang mencontohkan salah satu hotel lokal, Asco, yang kini tengah melakukan penyesuaian regulasi untuk meningkatkan kelas dan fungsinya demi menyambut tamu-tamu dari luar daerah.

Selain faktor daya beli, letak geografis Berau yang strategis menjadi kartu as dalam menarik minat penanam modal.

Berau kini berfungsi sebagai kota transit vital yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan Utara.

“Berau ini memang kota kecil, tapi posisinya sangat strategis sebagai kota penghubung. Ditambah lagi akses infrastruktur seperti jembatan di wilayah pesisir kini sudah tersambung semua. Ini sangat berpengaruh pada kelancaran arus investasi,” tambah Nanang.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Belakang Pasar Sanggam, DPUPR Berau Siapkan Anggaran Rp 9 M

Meski sangat terbuka terhadap investasi yang masuk, Nanang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau tetap memperketat pengawasan terkait regulasi dan perizinan.

Ia memastikan komunikasi dengan para pengusaha, termasuk pihak Megagacoan, terus berjalan intensif agar operasional mereka sesuai dengan aturan daerah yang berlaku.

“Kita welcome saja selama itu memenuhi kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, semua regulasi dan administrasi harus dipenuhi. Alhamdulillah, sejauh ini para investor cukup responsif dan kooperatif,” tutupnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *