benuakaltim.co.id, BERAU– Komoditas unggulan Cokelat Berau resmi melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar Eropa.
Tidak tanggung-tanggung, produsen cokelat premium ternama dunia asal Prancis, Valrhona, resmi menjalin kerja sama eksklusif untuk memboyong biji kakao fermentasi dari para petani lokal.
Kepala Dinas Perkebunan, Lita Handini mengungkapkan, pencapaian ini bukanlah proses instan. Pihak Valrhona telah melakukan pemantauan ketat selama lebih dari satu tahun untuk memastikan kualitas produk memenuhi standar internasional yang sangat tinggi.
Menurut Lita, Valrhona menerapkan sistem tracking atau penelusuran hingga ke tingkat tapak (lahan petani).
Mereka memastikan bahwa cokelat yang mereka beli tidak hanya enak, tetapi juga etis dan berkelanjutan.
“Mereka melakukan wawancara langsung dengan dinas dan eksportir, bahkan turun ke lokasi petani untuk melihat bagaimana lahan dikelola,” ujar Lita Handini.
Lita menjelaskan, beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi, antara lain legalitas lahan yaitu dari tanaman kakao harus dikembangkan di lahan legal dan bebas dari deforestasi.
“Budidaya wajib menerapkan konsep lingkungan yang baik dan meminimalisir penggunaan bahan kimia,” tambahnya.
Sebab sebuah Biji kakao menurutnya harus melalui proses fermentasi sempurna sesuai grade yang ditentukan.
“Bahkan hasil uji laboratorium harus menunjukkan kandungan kimia dan logam berat di bawah ambang batas ketat yang disyaratkan buyer,” tuturnya.
Setelah melalui proses kurasi yang panjang, ekspor perdana tahun 2026 ke Valrhona Prancis dilepas langsung oleh Bupati.
“Ekspor perdana 10 ton ke Valrhona Prancis. Sebenarnya permintaan mereka sangat banyak, namun kemampuan produksi kita masih terbatas. Kami memilih untuk tetap konsisten meskipun jumlahnya bertahap,” tambah Lita.
Sebelum menembus pasar Prancis, Lita menjelaskan cokelat Berau sebenarnya telah rutin mengisi pasar internasional lainnya seperti Italia dan Virginia, Amerika Serikat.
“Namun, masuknya produk ini ke Valrhona dipandang sebagai tonggak sejarah baru karena reputasi perusahaan tersebut sebagai raksasa cokelat premium dunia,” imbuhnya.
Keberhasilan ini disebut sebagai buah dari kolaborasi solid antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta, dan lembaga pendamping.
Lita menjelaskan, pihaknya fokus pada pembinaan petani di sisi hulu, sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menangani sisi hilir dan pengolahan.
Dukungan dari pihak swasta seperti Broko, PT KAS (sebagai eksportir), serta pendampingan dari YKAN menjadi kunci konsistensi kualitas kakao Berau di mata dunia.
“Kita berharap kolaborasi ini semakin kuat. Meskipun harga biji kakao saat ini sedang fluktuatif, adanya pembeli konsisten seperti ini membuat petani tidak kesulitan menjual hasil panennya. Kakao Berau harus terus berkembang sebagai produk unggulan daerah,” pungkasnya optimis. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






