benuakaltim.co.id, BERAU – Drama mencekam dialami oleh tiga orang nelayan asal Jalan PD. Guna, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Ketiganya sempat dilaporkan hilang dan memutus komunikasi selama berhari-hari saat sedang melaut di kawasan perairan strategis Derawan – Maratua.
Ketiga identitas nelayan tersebut diketahui bernama Rapiuddin (32), Sukri (30), dan Safruddin Kasim (39).
Kejadian ini bermula ketika kapal yang mereka gunakan untuk menuju bagan mengalami kerusakan mesin fatal di tengah laut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, para nelayan ini harus bertahan hidup di atas kapal yang terapung selama kurang lebih tiga hari sebelum akhirnya ditemukan oleh nelayan dari Tanjung Batu yang melintas.
“Kapal nelayan yang sedang menuju ke bagan mengalami kerusakan mesin sehingga terapung di laut selama kurang lebih 3 hari,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat dalam keterangannya via telfon seluler Senin (9/3/2026).
Nofian menjelaskan, setelah mendapatkan pertolongan awal dan perbaikan di Tanjung Batu, ketiga nelayan tersebut sebenarnya sempat mencoba kembali melaut. Namun nahas, mesin kapal kembali mengalami kerusakan yang membuat mereka terombang-ambing untuk kedua kalinya selama lima hari.
Situasi sempat mencekam lantaran pihak keluarga dan pemilik kapal kehilangan kontak sama sekali dengan para ABK. Hal ini disebabkan oleh perangkat telepon genggam (handphone) milik nelayan yang mengalami kerusakan di tengah laut.
Pihak keluarga bahkan sempat menghubungi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan koordinasi dengan pihak kepolisian guna melacak keberadaan mereka.
“Terakhir komunikasi dengan istri dan bos kapal, setelah itu loss contact karena handphone mengalami kerusakan,” tambah Nofian.
Titik terang muncul ketika Polsek Tanjung Batu melaporkan kepada pemilik kapal bahwa kapal tersebut telah berhasil bersandar dengan selamat di wilayah Tanjung Batu.
Setelah melalui perjuangan panjang melawan ombak dan kendala teknis, pada Senin, 9 Maret 2026, ketiga nelayan tersebut dipastikan telah kembali ke rumah masing-masing.
“ABK berhasil pulang ke rumah dalam keadaan sehat walafiat,” pungkas Nofian. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






