Penyesuaian Tarif, PDAM Batiwakkal Justru Temukan Praktik Tengkulak Air di Masyarakat

AIR BERSIH: Proses penyaringan air bersih di PDAM Batiwakkal. (DOK: ARSIP)

benuakaltim.co.id, BERAU– Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Batiwakkal, Saipul Rahman, membongkar praktik curang oknum pelanggan yang nekat menjual kembali air PDAM ke masyarakat dengan harga jauh di atas tarif resmi.

Praktik tengkulak air ini dinilai mencederai rasa keadilan dan merugikan keuangan perusahaan.

Saipul mengungkapkan, pihaknya menemukan fakta di lapangan bahwa ada oknum yang membeli air dengan tarif dasar PDAM, namun menjualnya kembali ke tetangga sekitar dengan keuntungan berkali-kali lipat.

“Kami temukan di beberapa tempat, dia bayar ke PDAM Rp4.700, kemudian dia ambil dari temannya yang lain itu Rp8.000 sampai Rp10.000. Nyambung-nyambung dia, dia untung,” ungkap Saipul Rahman, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga :  Marak Pelajar Beraktivitas di Jam Malam, DP2KBP3A Berau Soroti Lemahnya Pengawasan Orang Tua

Saipul menegaskan, kondisi di PDAM saat ini bukanlah kenaikan tarif, melainkan penyesuaian. Menurutnya, tarif yang berlaku sejak 2011 sudah sangat tertinggal dan bahkan berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP).

Berdasarkan data perbandingan, biaya produksi satu kubik air di Berau masih jauh lebih efisien dibandingkan daerah tetangga. “Berau Rp4.900 – Rp5.000 per kubik. Kutai Timur sekitar Rp8.600 per kubik. Balikpapan mencapai hampir Rp10.000 per kubik,” sebutnya.

Baca Juga :  Bukan Kewajiban Mutlak, Disnakertrans Berau Luruskan Isu 80 Persen Tenaga Kerja Lokal

“Jangankan mau bangun jaringan baru, untuk mempertahankan pelayanan 24 jam yang ada sekarang saja kami sudah ngos-ngosan karena posisinya minus,” tambahnya.

Salah satu alasan kuat di balik rencana penyesuaian tarif ini adalah untuk menciptakan keadilan sosial. Saipul menceritakan keluhan pengasuh pondok pesantren yang masih menggunakan air sumur karena tarif sosial PDAM saat ini dirasa masih terlalu tinggi bagi mereka.

Dengan adanya penyesuaian tarif pada sektor komersial atau pelanggan tertentu, PDAM justru berencana menurunkan beban biaya bagi institusi sosial.

“Sebenarnya tarif sosial itu mau kita turunkan. Pengurus masjid dan gereja sudah banyak yang berterima kasih karena rencana skema baru ini justru akan menurunkan pembayaran mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Berau Peringatkan ASN Agar Tak 'Main' Kuitansi Fiktif dan Stempel Rekanan

Agar kebijakan ini objektif dan transparan, PDAM Tirta Segah menggandeng Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) untuk menghitung skema tarif yang paling berkeadilan bagi masyarakat Berau. Saipul berharap masyarakat melihat rencana ini berdasarkan data, bukan asumsi.

“Keuntungan dari penyesuaian tarif tersebut nantinya akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat dalam bentuk perbaikan pipa lama dan perluasan jangkauan layanan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *