Tertekan Perjodohan, Perempuan 22 Tahun di Sambaliung Nekat Kabur dari Rumah

MEDIASI: Korban perempuan usia 22 tahun akhirnya mau mediasi dengan orang tua dan didampingi oleh pihak kepolisian Polsek Sambaliung beberapa waktu lalu. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Tak mau dijodohkan, seorang wanita di Kecamatan Sambaliung nekat kabur dari rumah.

Peristiwa ini sempat dilaporkan ke aparat keamanan sebelum akhirnya berhasil ditangani cepat oleh jajaran Polsek Sambaliung.

Kapolsek Sambaliung, AKP Ridwan Lubis, mengatakan, perempuan berinisial I (22) dilaporkan hilang oleh keluarganya pada Kamis (26/3/2026) dan berhasil ditemukan di salah satu rumah kontrakan di Tanjung Redeb.

Baca Juga :  Bantah Isu Penghapusan, Bupati Berau Tegaskan PPPK Paruh Waktu Masih Dibutuhkan

“Begitu laporan diterima, anggota langsung bergerak melakukan penelusuran. Alhamdulillah, I berhasil ditemukan dalam keadaan sehat,” ungkap Ridwan, Kamis (2/4/2026).

Dari hasil penyelidikan, terungkap korban sengaja meninggalkan rumah karena tekanan keluarga terkait rencana perjodohan.

Ia diketahui tidak cocok dengan calon yang telah dipilih, namun kesulitan menyampaikan penolakan lantaran kedua keluarga sudah lebih dulu merencanakan
pernikahan.

Situasi tersebut membuat korban memilih pergi dari rumah membuat panik keluarganya hingga melapor ke polisi.

Baca Juga :  Tercatat 12 Ribu Wisatawan Kunjungi Biduk-Biduk dan Pulau Kaniungan Selama Libur Lebaran

“Saat ditemukan, kami langsung mediasi antara kedua belah pihak keluarga. Hasilnya, orang tua I tidak akan lagi memaksakan pernikahan. Kesepakatan itu juga dituangkan dalam surat pernyataan,” jelas Ridwan.

Ia pun mengingatkan pentingnya komunikasi dalam keluarga, terutama dalam menentukan masa depan anak agar tidak menimbulkan tekanan psikologis.

Baca Juga :  88 Personel Damkar Berau Disiagakan Hadapi Dampak Bencana El Nino

“Jangan sampai ada paksaan yang membuat anak mengambil keputusan berisiko. Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, situasi di wilayah tersebut kini kembali kondusif. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat persoalan keluarga yang tidak dikomunikasikan dengan baik dapat berujung pada tindakan nekat. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *