Terkendala Anggaran, Jembatan Gunung Sari Segah Belum Juga Dibangun Permanen

JEMBATAN: Jembatan bailey Gunung Sari, Kecamatan Segah. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Penanganan permanen Jembatan Gunung Sari di Kecamatan Segah tampaknya masih menjadi mimpi yang belum terwujud.

Meski kerusakan parah sudah terjadi sejak 2022, pembangunan fisik jembatan permanen tersebut tak kunjung terealisasi hingga tahun anggaran 2026 ini.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau mengungkapkan usulan pembangunan jembatan tersebut sebenarnya selalu menjadi prioritas tahunan.

Namun, keterbatasan alokasi dana di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuat rencana tersebut selalu keluar dari daftar realisasi.

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menegaskan dari sisi teknis, pihaknya sudah menyelesaikan seluruh tahapan perencanaan. Persoalan utama kini murni berada pada ketersediaan anggaran konstruksi yang belum juga disetujui.

Baca Juga :  Usai Libur Lebaran, Bupati Sri Juniarsih Beri Wejangan ke Seluruh OPD

“Mulai 2023 sampai 2026 ini kita usulkan sebagai prioritas penanganan. Perencanaannya sudah selesai, tinggal anggaran fisiknya saja yang belum terakomodir,” ungkap Fendra, Jumat (3/4/2026).

Kondisi ini cukup ironis, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat menuju pusat kecamatan dan antarkampung di wilayah Segah. Sejak oprit jembatan longsor parah pada 2022, DPUPR memasang jembatan Bailey sepanjang 15 meter sebagai solusi semi permanen.

Baca Juga :  Bantah Isu Penghapusan, Bupati Berau Tegaskan PPPK Paruh Waktu Masih Dibutuhkan

Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menambahkan jembatan darurat ini sebenarnya tidak dirancang untuk penggunaan jangka panjang di kawasan dengan mobilitas tinggi.

“Kondisinya saat ini memang masih layak dan struktur tumpuannya kuat, tapi jembatan Bailey bukan untuk selamanya. Harus segera ditangani permanen karena risiko gerusan arus sungai di bagian hulu saat banjir besar tetap mengancam,” jelas Junaidi.

Kata dia, untuk menyulap akses tersebut menjadi jembatan permanen yang kokoh, DPUPR memperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar.

Baca Juga :  Bupati Berau Pastikan Promosi Jabatan ASN Dilakukan Secara Profesional

“Nilai ini tidak hanya untuk badan jembatan, tetapi juga mencakup penguatan struktur penyangga di sisi darat serta pembangunan turap (pengamanan tebing) di sisi hulu dan hilir guna mencegah longsor susulan,” bebernya.

Hingga saat ini, menurutnya pihak kecamatan dan DPUPR masih terus berkomunikasi dengan pihak terkait.

“Berharap agar di sisa tahun anggaran 2026 atau pada perencanaan berikutnya, dana Rp15 miliar tersebut bisa dikucurkan demi keselamatan dan kelancaran ekonomi warga Segah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *