benuakaltim.co.id, BERAU – Di balik kepulan uap mesin espresso dan aroma biji kopi yang terpanggang, terselip sebuah filosofi tentang harapan yang terus membumbung tinggi.
“Luft”, sebuah kata dari bahasa Jerman yang berarti “udara”, menjadi identitas sekaligus doa bagi Josua dan abangnya saat mendirikan kedai kopi mereka di tepian Kabupaten Berau.
Berdiri sejak 7 Juni 2025, Luft Coffee bukan sekadar tempat menyesap kafein. Kedai ini lahir dari keberanian Josua dan kakak pertamanya yang menyisihkan gaji dari pekerjaan tetap mereka untuk membangun mimpi bersama.
Meski awalnya sempat merasa pesimistis dengan konsep coffee street di lokasi Tepian Sungai Kelay, Jalan Pulau Derawan yang kini kian kompetitif, Josua memilih untuk percaya diri dan melihat peluang di tengah menjamurnya kedai kopi keliling.
“Awalnya pasti ada pesimis, tapi ya percaya diri saja. Pasti nanti ada jalannya,” ujar Josua saat ditemui di kedainya, Jumat (10/4/2026).
Salah satu daya tarik unik dari Luft Coffee adalah cara mereka menamai menu. Alih-alih menggunakan istilah asing yang terkadang sulit diucapkan, Josua memilih melakukan plesetan kreatif ke dalam Bahasa Indonesia.
Pengunjung mungkin akan tersenyum saat membaca menu seperti. Mentega Hangus, yaitu nama lokal untuk varian Butterscotch. Kacang Arab, sebutan kreatif untuk cita rasa Pistachio, Jagung Bakar representasi dari rasa Popcorn.
“Kita ambil bahasa Indonesianya saja, dipelesetin sesuai konsep jalanan agar orang enak membacanya,” tambah Josua.
Meski mengusung konsep street coffee dengan gerobak berwarna abu-abu yang minimalis, Luft Coffee tidak main-main soal kualitas.
Suhe, sang barista, menjelaskan, mereka menggunakan dua jenis biji kopi utama house blend 37 untuk varian kopi susu dan kopi lokal dari Samarinda hingga Flores untuk metode filter (V60).
Kehadiran kopi filter menjadi nilai tambah tersendiri karena menurut Suhe, di kawasan Berau masih tergolong jarang kedai kopi pinggir jalan yang menyediakan menu manual brew tersebut.
Setiap harinya, kedai ini mampu menyajikan 30 hingga 50 cup kopi bagi warga Berau yang ingin menikmati senja di tepi sungai.
Menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku seperti susu dan kopi, Luft Coffee tetap berkomitmen menjaga harga agar tetap terjangkau bagi pelanggannya. Bagi Josua, Luft adalah manifestasi dari semangat untuk terus maju, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan.
“Harapannya makin mengudara, makin lancar, dan pendapatan serta customer tetap stabil,” pungkas Josua menutup pembicaraan.
Bagi Anda yang sedang berada di Berau dan ingin mencicipi sensasi Mentega Hangus sambil menikmati angin sepoi-sepoi, Luft Coffee bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu santai Anda. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






