benuakaltim.co.id, BERAU – Di tengah gempuran informasi instan melalui media elektronik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau tak tinggal diam.
Kepala Dispusip Berau, Rabiatul Islamiah, menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali budaya literasi fisik di tengah masyarakat.
Menurut Rabiatul, membaca buku
secara langsung memiliki keunggulan mendalam dibandingkan sekadar menyerap informasi dari layar gawai.
“Kalau kita membaca buku secara langsung, itu akan lebih mudah diserap dan lebih ‘melekat’ di pemikiran,” ujar Rabiatul Islamiah saat ditemui tim media Sabtu (11/4/2026).
Menyadari tantangan era digital, Dispusip Berau menyiapkan langkah konkret untuk menarik minat generasi muda. Program “Jemput Bola” dengan mendatangi sekolah-sekolah akan kembali diintensifkan.
Strategi yang akan dijalankan meliputi:
• Kunjungan Rutin ke Sekolah: Tim Dispusip akan aktif mendatangi lembaga pendidikan untuk memberikan motivasi literasi.
• Penjadwalan Kunjungan Balik: Sekolah-sekolah akan dijadwalkan secara bergantian untuk mengunjungi gedung perpustakaan daerah.
• Reaktivasi Koleksi Buku: Memastikan buku-buku yang tersedia kembali dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Menyeimbangkan Tradisi dan Teknologi
Meski sangat mendorong penggunaan buku fisik, Rabiatul menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap kemajuan teknologi.
“Kita tetap mendukung kemudahan informasi melalui media elektronik, namun kunjungan fisik ke perpustakaan harus terus ditingkatkan untuk memperkuat kualitas pemahaman membaca,” tambahnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Rabiatul berharap perpustakaan bukan sekadar gudang buku, melainkan menjadi pusat edukasi yang hidup dan menarik bagi warga Berau, terutama di kalangan pelajar. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






