benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran serta penguatan administrasi organisasi guna menghindari persoalan hukum, terutama menjelang persiapan event olahraga besar daerah.
Dalam sambutannya, Rusdiansyah Aras menyampaikan bahwa saat ini tidak sedikit organisasi yang tersandung masalah hukum akibat lemahnya pengelolaan administrasi dan keuangan.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh jajaran KONI Kaltim untuk lebih waspada dan profesional dalam mengelola anggaran.
Menurutnya, meskipun sistem yang digunakan sudah dianggap baik, risiko kesalahan tetap ada jika tidak disertai pengendalian yang stabil.
Dia menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas, khususnya dalam pembagian anggaran antara cabang olahraga (cabor) dan kepengurusan.
“Dengan adanya SOP yang terstruktur, seluruh kegiatan dapat berjalan sesuai jalur yang benar atau on the track, sehingga potensi permasalahan hukum dapat diminimalisir,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Rusdi sapaan akrabnya, juga mengungkapkan berdasarkan pengamatannya dalam sejumlah persidangan, sebagian besar kasus yang terjadi berawal dari persoalan administrasi.
Hal ini, menurutnya, harus menjadi pelajaran berharga bagi pengurus saat ini agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ia turut mengingatkan tim pengelola keuangan, termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam perencanaan anggaran, untuk bekerja secara cermat dan transparan.
Terlebih, ke depan KONI Kaltim akan mempersiapkan kontingen untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang membutuhkan dukungan dana besar dari pemerintah.
“Pengadaan harus dilakukan secara baik dan sesuai aturan, termasuk pembentukan tim yang kompeten agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap kesuksesan organisasi tidak hanya terlihat dari pelantikan yang berjalan lancar, tetapi juga dari prestasi olahraga yang diraih serta tertibnya administrasi yang dijalankan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






