benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Suasana berbeda tampak di halaman parkir Astra Motor, Jalan M Yamin, Kota Samarinda, Jumat (27/3/2026) malam. Puluhan peserta dengan perlengkapan taktis dan pelindung keselamatan memadati arena dalam gelaran turnamen Water Gel Blaster (WG) Blaster Samarinda yang dikemas dalam format 5 lawan 5.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Tidak hanya diikuti komunitas, ajang tersebut juga menarik perhatian kalangan legislatif. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, bahkan turun langsung bertanding bersama timnya dan sukses keluar sebagai juara setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit.
“Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya ikut dan langsung juara. Tapi yang paling penting bukan sekadar menang, melainkan kebersamaan dan silaturahmi yang terjalin. Kegiatan seperti ini menjadi wadah positif bagi komunitas,” ujarnya usai pertandingan.
Turnamen berlangsung kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta terlihat mengatur strategi, memanfaatkan sudut arena, hingga melakukan koordinasi tim untuk mengalahkan lawan. Meski menggunakan peluru berbahan gel, panitia tetap mewajibkan penggunaan perlengkapan keselamatan demi menghindari risiko cedera.
Reza pun mengingatkan pentingnya aspek keamanan dalam permainan ini. Ia menegaskan bahwa water gel blaster harus digunakan secara bijak dan tidak disalahgunakan.
“Intinya tetap safety. Jangan sampai melukai orang lain, dan bermainlah di tempat yang sudah disediakan. Ini hiburan, bukan sesuatu yang membahayakan,” tegasnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Imran mengaku puas dengan tingginya antusiasme peserta. Ia menyebut turnamen ini menjadi bukti bahwa komunitas WG Blaster di Samarinda terus berkembang.
“Peserta sangat antusias, bahkan banyak yang berharap turnamen seperti ini rutin digelar. Ke depan, kami berencana membuat event yang lebih besar dengan jumlah peserta lebih banyak dan hadiah yang lebih menarik,” katanya.
Perwakilan komunitas WG Blaster Samarinda, Eddy Priono, juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat.
“Senang melihat perkembangan komunitas yang semakin besar. Kami juga terus menyosialisasikan penggunaan water gel agar tidak disalahgunakan. Meski berbahan gel, tetap harus mengutamakan keselamatan. Jangan bermain di jalan, karena semua sudah ada wadahnya,” tutupnya.
Turnamen ini diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempererat solidaritas komunitas, tetapi juga memperkenalkan olahraga rekreasi yang aman dan terorganisir kepada masyarakat luas. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






