benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Penutupan operasional fungsional terbatas Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) pada periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M menandai keberhasilan infrastruktur tersebut dalam menunjang mobilitas masyarakat secara aman dan efisien.
Selama dibuka sejak 13 hingga 29 Maret 2026, Tol IKN mencatat total 84.204 kendaraan melintas. Menariknya, selama masa operasional tersebut tidak terjadi kecelakaan lalu lintas (Zero Accident), sehingga mencerminkan tingkat keselamatan yang optimal.
Keberadaan tol ini juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan. Waktu tempuh dari Balikpapan menuju kawasan IKN yang sebelumnya sekitar 2,5 jam kini dapat dipangkas menjadi hanya 45 menit. Kondisi ini mendorong peningkatan aksesibilitas sekaligus memperlancar arus distribusi barang dan jasa.
Puncak arus kendaraan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan jumlah 10.879 kendaraan dalam satu hari, menandakan tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan jalur tersebut, baik untuk mudik maupun berwisata.
Selain memperlancar transportasi, operasional tol ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal. Aktivitas pariwisata di wilayah Penajam Paser Utara dan kawasan sekitar IKN meningkat selama periode Lebaran, seiring dengan kemudahan akses yang tersedia.
Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menyatakan bahwa capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan infrastruktur konektivitas di kawasan IKN.
“Fungsional Tol IKN selama Lebaran ini memberikan gambaran nyata bagaimana infrastruktur mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah. Dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan kondisi lalu lintas yang aman, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah pusat, aparat keamanan, hingga para pelaksana di lapangan. Sinergi ini menjadi kunci utama sehingga operasional berjalan lancar tanpa kendala berarti,” tambah Yudi.
BBPJN Kalimantan Timur memastikan pembangunan Tol IKN akan terus dilanjutkan hingga mencapai target operasional penuh pada 2027. Proyek ini diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas menuju kawasan IKN sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi regional di Kalimantan Timur.
Dengan keberlanjutan pembangunan tersebut, Tol IKN diyakini akan semakin mempercepat integrasi kawasan serta membuka peluang ekonomi baru di masa mendatang. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






