benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur terus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) sebagai agenda penting pergantian kepemimpinan. Hasil rapat pimpinan pada Selasa (31/3/2026) menetapkan kegiatan tersebut akan digelar pada pekan keempat April 2026.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan bahwa waktu pelaksanaan secara umum telah diputuskan, namun tanggal pembukaan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk tanggal pastinya, kami akan beraudiensi dengan Gubernur Kaltim, Bapak Rudy Mas’ud. Harapannya beliau bisa hadir sekaligus membuka Musorprov,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, KONI Kaltim juga mulai menyusun perangkat pelaksana. Sejumlah nama ditunjuk untuk mengisi struktur kepanitiaan, termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang dipimpin Syaparuddin, serta Husinsyah sebagai Ketua Harian panitia.
Selain itu, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) turut dibentuk guna mengawal proses pencalonan ketua umum. Tim ini diketuai Ego Arifin dengan Ashari Abubakar sebagai sekretaris, bersama sejumlah perwakilan dari pengurus cabang olahraga.
Rusdiansyah memastikan, seluruh tahapan Musorprov akan dilaksanakan secara transparan dan demokratis. Ia menekankan bahwa proses ini bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan prestasi olahraga di daerah.
“Kami ingin memastikan proses berjalan terbuka, demokratis, dan tetap menjaga marwah organisasi. Tujuannya agar olahraga Kaltim terus berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Mengusung tema “KONI Kaltim: Pondasi Menuju Generasi Emas”, Musorprov tahun ini diarahkan untuk memperkuat sistem pembinaan atlet jangka panjang. KONI Kaltim menargetkan lahirnya generasi atlet potensial yang mampu berkompetisi hingga level internasional.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkokoh posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan olahraga di Indonesia Timur, sekaligus mendorong tata kelola organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






