BBPJN Kaltim Percepat Preservasi Jalan Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu

Pengerjaan preservasi jalan pada ruas Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu oleh PPK 2.7 BBPJN Kaltim. (FOTO: BBPJN Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus mengintensifkan program preservasi jalan pada ruas Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi jalan tetap mantap serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di kawasan tersebut.

Kegiatan preservasi meliputi penanganan rutin dan berkala, mulai dari perbaikan permukaan jalan, penambalan titik kerusakan, hingga peningkatan kualitas drainase. Ruas ini diketahui memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan pesisir dan hinterland Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Revitalisasi Belum Berdampak, Pedagang Pasar Pagi Samarinda Ramai Jualan di Luar

Selain menjaga kualitas jalan, pekerjaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan, mengingat tingginya intensitas kendaraan yang melintas, termasuk angkutan barang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 BBPJN Kaltim, Puput Setya Nugroho, menegaskan bahwa program preservasi menjadi prioritas dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan nasional.

Baca Juga :  Operasional Fungsional Tol IKN Ditutup, BBPJN Kaltim Pastikan Zero Accident

“Program preservasi pada ruas Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu kami laksanakan secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi jalan tetap dalam kategori mantap. Penanganan dilakukan secara responsif terhadap setiap kerusakan yang muncul di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mengedepankan kualitas pekerjaan agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Baca Juga :  KONI Kaltim Kunci Jadwal Musorprov Akhir April, Persiapan Panitia Mulai Dimatangkan

“Kami berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional, sehingga dapat menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama melintas di area pekerjaan,” tambahnya.

Dengan adanya program preservasi ini, diharapkan aksesibilitas antarwilayah semakin optimal serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *