Arus Balik Usai, Perbaikan Jalan Nasional Samarinda–Bontang Kembali Dikebut

PERBAIKAN: Kegiatan perbaikan jalan Nasional Poros Samarinda-Bontang oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.1 Satker PJN II Kaltim. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Berakhirnya masa arus balik Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan untuk kembali mengakselerasi proyek perbaikan jalan nasional di poros Samarinda–Bontang.

Setelah sempat dihentikan sementara selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, aktivitas konstruksi kini kembali berjalan normal. Pantauan di lapangan menunjukkan para pekerja dan alat berat telah kembali beroperasi di sejumlah titik strategis.

Fokus utama saat ini adalah mengejar target progres yang tertunda selama masa libur panjang, khususnya pada segmen jalan yang mengalami penurunan kondisi akibat tingginya beban kendaraan saat arus mudik dan balik.

Baca Juga :  Revitalisasi Belum Berdampak, Pedagang Pasar Pagi Samarinda Ramai Jualan di Luar

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.1 Satker PJN II Kaltim bersama pihak kontraktor mengarahkan pekerjaan pada perbaikan lapis fondasi agregat (LFA), pembangunan drainase, serta penanganan crossdrain untuk menjaga daya dukung dan ketahanan jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Satker PJN II Kaltim, Lalu Arpi, menegaskan percepatan pekerjaan menjadi prioritas pasca arus balik.

“Setelah arus balik selesai, kami langsung mengoptimalkan kembali pekerjaan di lapangan. Fokus kami saat ini pada perbaikan struktur jalan seperti LFA, drainase, dan crossdrain agar kondisi jalan tetap mantap dan tahan terhadap beban lalu lintas,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Inspektorat ke Kursi Sekda, Neneng Siap Perkuat Kolaborasi OPD

Ia menambahkan, mobilisasi alat berat telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir guna mempercepat penanganan di titik-titik prioritas. “Kami terus memacu progres pekerjaan dengan target penyelesaian sesuai jadwal, sebelum memasuki intensitas musim hujan yang lebih tinggi,” tambahnya.

Meski arus lalu lintas telah kembali normal, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas di area proyek. Pengaturan lalu lintas seperti sistem buka-tutup jalan maupun pengalihan arus masih berpotensi diterapkan secara situasional demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja di lapangan.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Percepat Preservasi Jalan Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu

Pemerintah menargetkan proyek peningkatan jalan nasional ini dapat rampung sesuai jadwal pada kuartal kedua tahun 2026, sehingga mampu mendukung konektivitas antarwilayah serta kelancaran distribusi logistik di Kaltim. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *