benuakaltim.co.id, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala kampung (Kakam) di wilayahnya terkait pengelolaan lingkungan.
Dalam kunjungannya ke Sambaliung, orang nomor satu di Berau ini menyoroti nasib dana karbon yang terancam melayang bagi kampung yang nekat membiarkan aktivitas ilegal.
Sri Juniarsih menegaskan bahwa saat ini Berau tengah menikmati guyuran dana karbon yang disalurkan dari pemerintah pusat melalui provinsi.
Namun, ia mewanti-wanti bahwa syarat utama mendapatkan “cuan” lingkungan ini adalah terjaganya luas hutan.
“Yang menerima dana karbon itu pasti banyak hutannya. Tapi saya tidak tahu ya, kalau kampung yang sudah banyak bekas illegal mining-nya, karena hutannya sudah berkurang, bisa jadi tidak dapat dana karbon lagi,” tegas Sri Juniarsih di hadapan para Kakam dan warga, Sabtu (21/2/2026).
Selain masalah tambang ilegal, Bupati juga membawa misi khusus dari Presiden terkait sektor pariwisata.
Menurutnya, potensi wisata di Sambaliung seperti Danau Bimbi dan wisata Tumbit Dayak harus didukung dengan kebersihan lingkungan yang ekstrem.
Ia memaparkan strategi pengelolaan sampah modern yang bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga
“Sampah plastik akan dicacah menggunakan mesin khusus, dicuci, dan dikeringkan. Satu kontainer cacahan plastik ini laku terjual seharga Rp25 juta,” ungkapnya.
Sri Juniarsih juga menyebutkan ada sampah basah yang berasal dari limbah rumah tangga dan kulit buah akan diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif menggantikan metode insinerator (pembakaran) yang dinilai buruk bagi kesehatan.
Bupati juga membeberkan deretan proyek infrastruktur yang tengah digarap, mulai dari pembangunan jalan usaha tani, peningkatan jalan poros Gurimbang, hingga perluasan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Suaran.
Sektor pendidikan pun tak luput dari perhatian. Pemerintah Kabupaten Berau tengah melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap sejumlah ruang kelas, mulai dari SDN 001 Bebanir Bangun, SDN 01 Long Lanuk, hingga pembangunan TK Bangsa di Pilanjau.
“Saya berharap dengan status kampung yang sekarang-di mana tidak ada lagi kampung berkembang, semuanya sudah maju dan mandiri-anggaran yang ada bisa diefisienkan sebaik mungkin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli



