benuakaltim.co.id, BERAU– Sebuah insiden lingkungan yang cukup serius menimpa wilayah bahari Kalimantan Timur. Kawasan terumbu karang yang menjadi salah satu kekayaan alam bawah laut Kaltim dilaporkan mengalami kerusakan akibat ditabrak oleh sebuah kapal pesiar.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, langsung angkat bicara dengan nada tegas. Seno Aji menegaskan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah bergerak cepat dan melakukan koordinasi lintas sektor guna mengusut tuntas kasus ini.
“Kita sudah tindak lanjuti. Dinas Perhubungan (Provinsi) sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten. Kemudian untuk kerusakan-kerusakan lingkungan, tim terumbu karang dan macam-macam, sedang dianalisis oleh Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Seno Aji saat memberikan keterangan kepada awak media Rabu (1/7/2026).
Ia juga memastikan proses hukum dan ganti rugi akan berjalan sebagaimana mestinya. Pihak Pemprov Kaltim tidak akan tinggal diam terhadap kelalaian yang merusak ekosistem laut ini. “Dan tentu saja nanti akan ada sanksi,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai tenggat waktu pengerjaan identifikasi kerusakan lingkungan tersebut, Seno Aji menekankan bahwa tim di lapangan harus bergerak taktis dan cepat. Ia menargetkan proses investigasi ini selesai dalam hitungan minggu agar langkah pemulihan dan sanksi bisa segera dieksekusi.
“Kemarin kita kasih target kurang lebih sekitar 3 minggu sampai 1 bulan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






