benuakaltim.co.id, BERAU – Sektor pertanian kini tidak lagi dipandang sebelah mata.
Di bawah komando Lita Handini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan kini menjadi ujung tombak dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Meski sering dianggap serupa dengan sektor perkebunan, Lita menegaskan, instansi yang dipimpinnya memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang sangat krusial dan berbeda.
“Tupoksinya beda, perkebunan dengan pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan itu beda. Jelasnya, ya satu rumpun tapi komoditasnya beda,” ujar Lita Handini dalam sebuah wawancara, Selasa (7/4/2026).
Lita menjelaskan, fokus utama dinasnya mencakup berbagai komoditas vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat. Tidak hanya fokus pada tanaman pangan utama seperti padi dan jagung, namun juga merambah ke sektor hortikultura dan peternakan.
Menurutnya beberapa komoditas unggulan yang dikelola di bawah naungannya antara lain tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai.
“Hortikultura sayur-sayuran dan buah-buahan. Peternakan itu ada ternak kambing, ayam, dan berbagai jenis hewan ternak lainnya,” imbuhnya.
Menurut Lita, sektor tanaman pangan dan hortikultura merupakan unsur utama dalam bidang pertanian secara luas, sementara sektor perkebunan berfungsi sebagai unsur penunjang.
Amanah besar yang diberikan oleh Menteri Pertanian kini berada di pundak Dinas Pertanian. Lita pun tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat program-program yang ada, termasuk meninjau kembali distribusi pupuk kompos dan bantuan lainnya.
Saat ditanya mengenai langkah konkret terkait modernisasi pertanian, Lita memilih untuk tetap rendah hati namun optimis.
“Nantilah, orang kita baru duduk (menjabat) di situ. Kita lihatlah programnya seperti apa,” ungkapnya sambil tersenyum.
Meski baru menjabat, harapan besar disematkan agar pusat memberikan dukungan penuh, baik berupa bantuan teknis maupun anggaran, demi memajukan sektor pertanian dan peternakan di daerah. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






