benuakaltim.co.id, BERAU — Perumda Air Minum Batiwakkal akan melakukan penghentian distribusi air bersih secara total pada Rabu, 23 September 2026 mendatang. Penghentian aliran air ini merupakan bagian dari proyek besar optimalisasi sistem perpompaan distribusi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Raja Alam 1.
Manajer Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, menjelaskan pekerjaan penggantian pompa distribusi lama dengan unit pompa baru ini dilakukan demi meningkatkan keandalan serta kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat dalam jangka panjang.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan pelayanan dan distribusi air kepada masyarakat. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Rudy Hartono saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, tahapan pekerjaan pemeliharaan ini sudah mulai berdampak sejak akhir pekan lalu hingga beberapa hari ke depan dengan perincian jadwal sebagai berikut:
• Sabtu, 19 September s.d. Selasa, 22 September 2026, tekanan air di wilayah pelayanan Tanjung Redeb mengalami penurunan karena hanya 3 dari 4 unit pompa yang dapat dioperasikan selama persiapan dan proses penggantian pompa.
• Rabu, 23 September 2026, distribusi air dari IPA Raja Alam 1 dihentikan sementara secara total untuk proses penggantian 2 unit pompa lama dengan pompa baru. Pihak manajemen mengupayakan agar pemadaman total ini tidak sampai memakan waktu 24 jam.
• Kamis, 24 September 2026: Sistem distribusi diupayakan dapat kembali beroperasi secara normal. Pemulihan tekanan air ke pelanggan akan dilangsungkan secara bertahap setelah sistem perpompaan kembali aktif.
Pihak Perumda Air Minum Batiwakkal mengimbau kepada seluruh pelanggan yang berada di wilayah terdampak agar bijak menggunakan air.
Warga diminta untuk menampung air secukupnya guna memenuhi kebutuhan harian selama proses pengerjaan berlangsung. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






