Jarak Pandang di Bandara Kalimarau Turun Drastis, 3 Maskapai Gagal Terbang

Kepala Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Sejumlah penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau, terpaksa tertunda dan belum bisa diberangkatkan pada Jumat (18/9/2026).

Kondisi ini terjadi akibat jarak pandang (visibility) di sekitar bandara yang mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka 1.000 sampai 1.500 meter.

Kepala Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri menjelaskan, fenomena alam ini membuat aktivitas penerbangan dari sejumlah maskapai tersendat total.

Baca Juga :  Kontingen Berau Ikuti 47 dari 67 Cabor di PORPROV VIII Kaltim 2026

“Jarak pandang di Bandara Kalimarau saat ini 1.000 – 1.500 meter, hari ini belum ada pergerakan pesawat,” demikian keterangan resmi pihak Kepala Kantor UPBU Kelas I Kalimarau saat dikonfirmasi Patah Atabri, Jumat (18/9/2026).

Adapun rute penerbangan dan maskapai yang terdampak penundaan akibat kondisi tersebut meliputi Super Air Jet: Rute Balikpapan – Berau – Balikpapan, Sriwijaya Air: Rute Ujung Pandang – Berau – Balikpapan – Berau – Ujung Pandang dan Wings Air: Rute Berau – Samarinda – Berau.

Baca Juga :  Periode Januari-September, ETLE di Berau Jaring 2.985 Pelanggar Lalu Lintas

Terkait potensi pembukaan kembali jadwal penerbangan, Patah Atabri menyatakan masih terus memantau perkembangan cuaca di lapangan. Lebih lanjut ia menegaskan keputusan pemberangkatan sangat bergantung pada kapan jarak pandang kembali memenuhi standar keamanan penerbangan.

Baca Juga :  Kedapatan Bawa Sabu, Satreskoba Polres Berau Bekuk Dua Pria di Kelurahan Gunung Panjang

“Belum tahu, sambil melihat perkembangan jarak pandang membaik,” jelasnya.

Meski sejumlah penerbangan lumpuh sementara, Patah memastikan situasi di area terminal terpantau kondusif. Ia juga menjelaskan para calon penumpang disebut bersikap kooperatif dan memaklumi situasi force majeure ini demi keselamatan bersama.

“Calon penumpang memaklumi dan memahami kondisi force majeure,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha