benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Jumat (18/9/2026). Asap yang cukup tebal membuat aktivitas warga terganggu, sementara kondisi udara juga mulai dikeluhkan karena menimbulkan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Sejumlah warga mengaku kondisi kabut asap paling terasa pada pagi hari. Salah satunya Riki (21), warga Tenggarong yang sehari-hari bekerja di Samarinda.
Menurut Riki, asap kali ini terasa cukup pekat hingga mengganggu tenggorokan. Ia juga mengaku merasakan ketidaknyamanan pada bagian dada setelah bangun tidur. “Ini asap sungguh betul-betul nggak enak di tenggorokan. Terganggu sekali,” ujar Riki.
Untuk menjaga kondisi tubuh, Riki memilih memperbanyak konsumsi air hangat dan berupaya mengurangi paparan asap saat beraktivitas.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian BMKG Samarinda. Kepala Stasiun BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, menyebut hasil pemantauan pada pagi hari menunjukkan konsentrasi partikulat di udara mencapai sekitar 367 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut, menurut Riza, sudah berada pada kategori berbahaya. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
“Sudah harus menggunakan masker untuk beraktivitas di luar ruangan,” kata Riza.
Meski demikian, BMKG masih melihat adanya potensi hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kota Samarinda. Hujan diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi udara, namun masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan risiko paparan asap.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker dan mengurangi kegiatan di luar ketika kondisi udara semakin memburuk. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






