Imbas Titik Panas di Kaltim, Pemkab Berau Batalkan Tradisi Pesta Bakar Ikan Massal

MANUTUNG JUKUT: Kegiatan bakar ikan massal atau Manutung Jukut beberapa tahun lalu di Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menginstruksikan seluruh jajaran Forkopimda dan Satgas Karhutla untuk memperketat koordinasi guna memadamkan titik api yang bermunculan.

Dampak dari cuaca ekstrem dan potensi karhutla ini juga membuat Pemkab Berau mengambil keputusan berat terkait tradisi pesta bakar ikan massal tahunan atau Manutung Jukut.
Keputusan ini diambil untuk meminimalisasi risiko timbulnya percikan api baru di tengah suhu udara yang sangat panas.

“Acara ditiadakan karena cuaca panas menyengat, tanpa bakar-bakaran saja sudah panas. Saya tidak mau ada unsur ketidaksengajaan yang memicu hal-hal tidak diinginkan. Lebih baik mengurangi risiko daripada terkena masalah,” jelas Bupati Sri Juniarsih, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga :  Disbudpar Berau Klarifikasi Isu Titik Api Pulau Derawan, Pariwisata Tetap Bersiap Hadapi Puluhan Agenda Besar

Meski acara Bakar Ikan Bersama dibatalkan, Bupati memastikan hak masyarakat tidak hilang. Pembagian komoditas ikan tetap berjalan dan dialokasikan secara merata ke 13 kecamatan di Berau untuk dimasak di rumah masing-masing.

Langkah ini diambil mengingat suhu udara di Berau terbilang sangat ekstrem, bahkan disebut-sebut menjadi salah satu wilayah dengan suhu tertinggi ketiga di Indonesia, mencapai 38 derajat Celsius.

Baca Juga :  DPMK Berau Beri Kado HUT RI kepada Masyarakat Merbabu, Pasar Kampung Diresmikan

Sri Juniarsih menegaskan pihak swasta atau perusahaan yang beroperasi di Berau wajib berkontribusi aktif dalam penanganan karhutla. Pihaknya telah meminta laporan penanganan dari perusahaan terkait sejak malam ini untuk dievaluasi besok.

“Perusahaan yang lalai dianggap tidak mau mengambil peran dalam memberantas karhutla. Maka akan diberikan tindakan tegas dari TNI-Polri, khususnya Dandim selaku Kepala Satgas Karhutla,” tegas Sri Juniarsih.

Koordinasi lapangan ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Kejaksaan Negeri (Kejari), hingga dinas OPD terkait untuk memastikan semua pihak bekerja sesuai tupoksi masing-masing.

Baca Juga :  Sri Juniarsih Mas Dorong Perbankan Swasta Aktif Berdayakan UMKM Berau

Selain upaya darat, Pemkab Berau juga menyiapkan opsi pemadaman dari udara (water bombing) menggunakan helikopter dari Skadron TNI AL jika titik api sulit dijangkau. Tak hanya mengandalkan penanganan teknis, Pemkab Berau juga menyeimbangkannya dengan upaya spiritual.

Sri Juniarsih mengimbau masyarakat untuk menggelar Salat Istisqa demi memohon hujan. “Besok kita akan melakukan Salat Istisqa sambil memohon pertolongan Allah SWT agar segera dibantu hujan. Kemarau El Nino ini cukup panjang, jangan sampai mengganggu kesehatan masyarakat dan perekonomian,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha