Populasi Tembus 303 Ribu Jiwa, Akses Warga Pesisir Berau Masih Bertumpu pada Satu Jembatan

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Berau, M. Hendratno. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU — Fakta mengejutkan terungkap mengenai infrastruktur penghubung di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di balik pesona alam dan luasnya wilayah kabupaten ini, siapa sangka jika ratusan ribu jiwa penduduknya ternyata harus bergantung pada jembatan dengan ukuran yang sangat terbatas.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Berau, M. Hendratno, membeberkan hal tersebut dalam sebuah forum resmi belum lama ini. Ia mengungkapkan hampir sepertiga dari total populasi di wilayah pesisir hanya mengandalkan satu jembatan sempit berlebar 5,5 meter.

“Kita membayangkan bahwa hampir sepertiga, sekitar 100.000 penduduk yang di pesisir, itu hanya mengandalkan satu jembatan berukuran lebar 5,5 meter. 100.000 satu hari termasuk Pak Camatnya, Sambaliung, Talisayan,” ujar M. Hendratno di hadapan para peserta Kamis (1/10/2026).

Baca Juga :  Tarik Investor Wisata Bahari, DPMPTSP Berau Beberkan Kendala Perizinan Lahan

Hendratno menjelaskan, pemaparan data tersebut sengaja berbasis pada big data yang bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Menurutnya, data kependudukan merupakan fondasi utama yang sangat krusial dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.

Ia mengibaratkan, jika di sektor kesehatan atau medis pencatatan dilakukan untuk proses penanganan pasien, maka Disdukcapil adalah garda terdepan dalam memotret kondisi riil masyarakat secara utuh.

“Jadi krusialnya di Disdukcapil. Sehingganya, data akasasi yang melekat pada diri manusia itu dipatuhi apabila tercatat karena masuk ke dalam program-program kementerian dan lembaga negara Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga :  Lobi Pusat, 18 Sekolah di Berau Direhab Tahun Ini, Nasib Honorer Dipastikan Aman

Lebih lanjut, ia mencontohkan perbandingan wilayah administratif di Berau. Jika di tingkat pertanahan dikenal istilah “DG” (Daftar G), maka di Disdukcapil terdapat istilah “GD” (pendataan berbasis digital).

Dari data historis, jumlah penduduk Berau yang pada tahun 1953 hanya berkisar 24.000 jiwa, kini melonjak drastis hingga menembus angka lebih dari 303.000 jiwa. Lonjakan signifikan inilah yang membuat ketersediaan infrastruktur penghubung seperti jembatan menjadi sangat vital.

Dalam pemaparannya, Hendratno merinci wilayah terjauh di sebelah barat Berau meliputi Long Sului dan Punan Segar (Long Buqet).
Sementara di sisi selatan dan timur, terbentang kepulauan luas mulai dari Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban, hingga Pulau Kaniungan.

Baca Juga :  Bahas Peredaran Miras Ilegal, DPRD Berau Minta Jalur Masuk dan Distribusi Ditutup Total

Cakupan wilayah ini membentang dari daerah pegunungan hingga kawasan laut lepas.

“Maka pembukaan ini memang berbasiskan big data. Big data itu komponen utamanya adalah capil, tidak kepada siapa-siapa,” tegas Hendratno.

Dengan tantangan geografis dan lonjakan penduduk yang masif, pemerintah daerah terus berpacu dengan waktu untuk merumuskan kebijakan yang adaptif dan tepat sasaran, demi memastikan pemerataan pembangunan dirasakan oleh seluruh masyarakat di Bumi Batiwakkal. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha