benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda mengawali kiprah di ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027 dengan membawa pulang satu poin dari markas Buriram United.
Bermain di Chang Arena, Thailand, Rabu (7/10/2026) malam, Pesut Etam mampu menahan tuan rumah dengan skor 0-0. Salah satu sosok yang mendapat sorotan pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, adalah penjaga gawang M Kadu.
Kiper asal Brasil tersebut tampil solid sepanjang pertandingan dan beberapa kali mampu mengantisipasi tekanan Buriram United. Mauro menilai Kadu tampil tenang, terutama ketika menghadapi bola-bola silang yang diarahkan ke tiang jauh.
“Ya, dia tampil sangat bagus, begitu juga dengan pemain lini belakang. Dia sangat tenang hari ini dan mampu mengontrol area tiang kedua dengan baik,” ujar Mauro dalam konferensi pers selepas pertandingan.
Mauro mengaku timnya sudah memprediksi pola serangan Buriram yang banyak mengandalkan bola ke tiang kedua. Skema tersebut kerap dibangun melalui umpan silang, tendangan bebas maupun sepak pojok.
“Kami tahu Buriram biasanya merupakan tim yang banyak menyerang di tiang kedua melalui umpan silang, tendangan bebas, maupun sepak pojok. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Kami sudah tahu bola akan datang ke area tersebut,” jelasnya.
Menurut Mauro, keberadaan Kadu menjadi semakin penting karena Borneo FC tidak memiliki banyak pemain dengan postur tinggi. Hanya dua bek tengah yang dinilai memiliki keunggulan dalam duel bola atas.
“Kami tidak memiliki tim yang sangat tinggi, selain dua bek tengah kami. Pemain lainnya semuanya memiliki tinggi di bawah 175 cm,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat Mauro membutuhkan penjaga gawang yang mampu mengambil keputusan tepat ketika menghadapi bola-bola udara.
“Jadi, kami membutuhkan kiper kami untuk situasi-situasi seperti itu dan dia melakukannya dengan sangat baik,” tambah Mauro.
Bukan hanya soal pertahanan, Kadu juga dinilai berperan dalam membangun serangan Borneo FC. Mauro menyebut timnya memang sengaja mencoba memainkan bola dari lini belakang untuk keluar dari tekanan lawan.
“Dalam hal permainan dengan bola, saya pikir dia juga tampil bagus. Dia tenang. Kami selalu berusaha membangun serangan dari belakang untuk menarik Buriram, kemudian melihat apakah kami bisa keluar dari tekanan dan menciptakan ancaman, daripada sekadar melepaskan bola-bola panjang,” tuturnya.
Borneo FC tercatat melakukan 14 tendangan gawang dalam pertandingan tersebut. Namun, Mauro menilai jumlah itu tidak otomatis menunjukkan timnya berada dalam tekanan berbahaya.
Menurutnya, Buriram tidak mampu mengonversi situasi tersebut menjadi peluang matang yang mengancam gawang Borneo FC.
“Saya pikir kami melakukan 14 tendangan gawang, itu jumlah yang cukup banyak. Dari 14 tendangan gawang tersebut, Buriram tidak menciptakan situasi berbahaya,” kata Mauro.
Ia pun menilai kemampuan tim menjaga penguasaan situasi setelah melakukan tendangan gawang menjadi salah satu hal positif dari penampilan Borneo FC.
“Jadi, kami tidak benar-benar kehilangan bola yang kemudian berujung menjadi peluang atau gol. Itu hal yang positif dan saya senang dengan penampilannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






