benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda harus pulang tanpa poin usai takluk 2-1 dari Dewa United Banten FC pada lanjutan BRI Super League di Indomilk Arena, Minggu (22/2/2026) malam.
Hasil ini membuat Pesut Etam gagal memangkas jarak dari dua tim teratas, yakni Persib Bandung dan Persija Jakarta, dalam perburuan papan atas klasemen.
Tuan rumah tampil agresif sejak menit awal. Buruknya koordinasi lini belakang Borneo FC dalam 20 menit pertama langsung dimanfaatkan dengan baik. Striker Dewa United, Alex Martin, mencetak dua gol cepat (brace) yang membuat tim tamu berada dalam tekanan.
Dominasi Dewa United di sisi sayap kanan pertahanan Borneo menjadi titik lemah yang terus dieksploitasi. Ardi Idrusyang tampil kurang maksimal akhirnya ditarik keluar sebelum babak pertama usai dan digantikan oleh Komang Teguh.
Pergantian tersebut memberi dampak instan. Komang berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sebelum turun minum, sekaligus menjaga asa Borneo untuk bangkit di babak kedua.
Namun memasuki paruh kedua, pola permainan Pesut Etam tak banyak berubah. Dewa United tetap disiplin dalam bertahan dan sesekali mengancam lewat skema serangan balik cepat. Beruntung bagi Borneo, penyelesaian akhir para pemain tuan rumah kurang klinis sehingga tidak menambah keunggulan.
Di sisa waktu pertandingan, Borneo FC berupaya meningkatkan intensitas serangan, tetapi rapatnya organisasi pertahanan Dewa membuat peluang-peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kekalahan ini membuat Borneo FC tetap tertahan di posisi ketiga dengan 46 poin. Sementara Dewa United naik ke peringkat ke-10 dengan koleksi 30 poin.
Dengan hasil tersebut, persaingan papan atas kian ketat dan Borneo FC dituntut segera bangkit jika ingin tetap berada dalam jalur perebutan gelar musim ini. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






