benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda menatap laga tandang dengan target penuh saat menghadapi PSM Makassar pada pekan ke-28 Liga 1 Indonesia. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Sabtu (18/4/2026) malam, menjadi kesempatan penting bagi Pesut Etam untuk menjaga asa juara.
Hingga pekan ke-27, Borneo FC masih bertahan di posisi kedua klasemen dengan 60 poin. Mereka terpaut empat angka dari Persib Bandung yang berada di puncak dengan 64 poin. Di sisi lain, Persija Jakarta juga terus mengintai di peringkat ketiga dengan 55 poin.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyebut timnya telah melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan lawan. Menurutnya, PSM dikenal dengan permainan fisik dan intensitas tinggi yang harus diantisipasi sejak awal.
“Kami sudah mempelajari gaya bermain mereka. PSM kuat dalam duel dan memiliki pemain dengan postur yang mendukung. Kami sudah menyiapkan pendekatan khusus untuk menghadapi itu,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (17/4/2026).
Meski harus menempuh perjalanan panjang menuju Parepare, Lefundes memastikan kondisi skuad tetap terjaga. Program pemulihan telah dipersiapkan agar para pemain bisa tampil maksimal.
“Perjalanan memang menguras tenaga, tapi kami sudah mengatur waktu recovery dengan baik,” tambahnya.
Terkait peluang juara, pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa fokus tim sepenuhnya tertuju pada hasil akhir musim. Ia juga enggan menanggapi spekulasi mengenai masa depannya.
“Kami hanya fokus memberikan hasil terbaik. Ini adalah kerja bersama seluruh tim, bukan individu,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Borneo FC, Juan Villa, menekankan pentingnya menjaga konsistensi di setiap pertandingan. Ia menilai seluruh laga sisa harus diperlakukan layaknya partai final.
“Kami tidak melihat posisi lawan di klasemen. Semua pertandingan penting dan kami akan berjuang maksimal hingga akhir musim,” katanya.
Dengan tujuh laga tersisa, duel melawan PSM menjadi salah satu penentu langkah Borneo FC dalam persaingan menuju gelar juara musim ini. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






