Kabel FO Putus Diduga Akibat Galian, Jaringan Internet di Pesisir Berau Terganggu

Ilustrasi. (META AI)

benuakaltim.co.id, BERAU– Masyarakat Kabupaten Berau, khususnya di wilayah semenanjung seperti Biatan dan Talisayan Biduk-Biduk, sempat dikagetkan dengan gangguan jaringan internet yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia mengungkapkan, setelah dilakukan penelusuran, ditemukan masalah teknis yang cukup fatal di lapangan.

“Kemarin itu tiga hari (gangguan). Ternyata setelah kami tanyakan, terjadi cut-off atau kabel putus,” ujar Didi saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).

Menurut Didi, kabel Fiber Optic (FO) yang tertanam di bawah tanah jalur pesisir tersebut diduga kuat tidak sengaja terputus akibat adanya aktivitas penggalian.

“Kabel FO di arah pesisir itu kan ditanam di bawah, berarti digaruk (terkena galian). Saya tidak tahu pasti apa yang digali dan siapa yang menggali, tapi kalau cut-off itu artinya kabelnya putus,” jelasnya.

Baca Juga :  Keterbatasan APD, Petugas Damkar Berau Masih Pakai Helm Motor saat Jinakkan Api

Begitu titik kerusakan ditemukan di kawasan Muara Lesan (Miau), tim teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyambungan ulang. Didi menyebutkan, proses perbaikan sudah berjalan sejak Senin sore dan diharapkan jaringan bisa segera kembali normal 100 persen.

“Kemarin sore saya sudah tanya ke Pak Syarif (tim teknis), saat ini proses perbaikan sedang berjalan. Mudah-mudahan hari ini sudah bisa selesai karena sejak kemarin sore sudah dikebut perbaikannya,” tambahnya.

Kata dia, geografis Berau yang luas memang menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan internet.

“Pencarian titik kabel yang putus seringkali memakan waktu karena harus menyisir jalur kabel yang membentang hingga ratusan kilometer,” imbuhnya.

Selain masalah insiden kabel putus, Didi tidak menampik pemenuhan jaringan internet di beberapa wilayah terjauh Berau, seperti Kecamatan Kelay, masih menghadapi tantangan investasi yang besar dari pihak provider.

Baca Juga :  Penjualan Ikan di Berau Dipusatkan di TPI, Pedagang Pinggir Jalan Bakal Ditertibkan

Pihak provider seluler seperti Telkomsel, XL, maupun Indosat biasanya memiliki standarisasi yang ketat sebelum memperluas jaringan bandwidth mereka.

“Pertama, dilihat dari jumlah penduduk, minimal ada 1.000 jiwa. Kemudian harus ada pasokan listrik yang stabil, serta infrastruktur jalan yang bagus agar mereka mudah mengangkut besi-besi untuk tower,” papar Didi.

Kondisi geografis Kelay yang memiliki jarak antar-kampung hingga puluhan kilometer, ditambah minimnya pemukiman di sepanjang jalan poros, membuat nilai investasi provider menjadi sangat mahal.

Akibatnya, menurutnya rata-rata bandwidth yang tersedia di tower kampung saat ini masih terbatas di angka 2 Mbps.

“Meski demikian, kawasan yang dikelola oleh perusahaan swasta, seperti perkebunan sawit di Merasa maupun Merapun, terpantau memiliki jaringan internet yang lancar karena mereka melakukan investasi mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Tokoh Adat Toraja di Berau Yohanes Kombong Berpulang

Untuk mengatasi ketimpangan digital tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan telah menyediakan fasilitas WiFi gratis di seluruh kampung demi mendukung pelayanan publik.

“Pemerintah daerah sudah menyiapkan WiFi gratis. Jadi untuk keperluan pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan, insyaallah sudah terkaver di 100 kampung,” tegas Didi.

Tak hanya itu, program tersebut kini semakin diperkuat oleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menghadirkan teknologi internet satelit Starlink.

“Ditambah lagi program Gubernur yang menggunakan Starlink. Bantuan Provinsi itu rata-rata 50 Mbps per kampung, sedangkan dari kita (Pemkab) ada 30 Mbps. Jadi kalau ditotal, saat ini di kampung-kampung sudah ada kapasitas sekitar 80 Mbps yang berjalan sejak tahun kemarin,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha