benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.2 terus mempercepat pembangunan cross drainase di STA 30 ruas jalan nasional Bontang–Sangatta. Infrastruktur tersebut dibangun sebagai solusi untuk mengatasi banjir tahunan yang selama ini kerap mengganggu arus lalu lintas di jalur penghubung Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.
Saat ini, progres pekerjaan menunjukkan perkembangan positif. Pengerjaan pada satu sisi jalan telah selesai, sementara tim konstruksi mulai melanjutkan pekerjaan pada sisi jalan lainnya agar sistem drainase dapat terhubung secara menyeluruh.
PPK 2.2 BBPJN Kalimantan Timur, Khanif Ashar, mengatakan pembangunan cross drainase menjadi salah satu penanganan prioritas karena titik STA 30 merupakan lokasi yang hampir setiap musim hujan mengalami genangan air hingga menghambat mobilitas masyarakat.
“Alhamdulillah, pekerjaan pada sisi pertama sudah selesai dan saat ini kami melanjutkan konstruksi pada sisi berikutnya. Pembangunan cross drainase ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air sehingga genangan yang selama ini terjadi di ruas Bontang–Sangatta dapat diminimalkan,” ujar Khanif.
Menurutnya, percepatan pekerjaan terus dilakukan agar penanganan dapat selesai secepat mungkin sebelum intensitas curah hujan kembali meningkat.
“Kami mengoptimalkan pelaksanaan di lapangan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target tanpa mengurangi kualitas. Harapannya, setelah seluruh konstruksi rampung, fungsi drainase akan bekerja lebih optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” katanya.
Khanif menjelaskan, struktur cross drainase yang dibangun memiliki kapasitas lebih besar dibanding saluran sebelumnya sehingga mampu mengalirkan debit air lebih cepat menuju saluran pembuangan.
Dengan sistem tersebut, potensi genangan di badan jalan dapat ditekan, sekaligus menjaga kondisi perkerasan jalan agar tidak mudah mengalami kerusakan akibat terendam air dalam waktu lama.
Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara, keberadaan drainase baru juga diharapkan memperlancar arus distribusi logistik yang melintasi ruas nasional Bontang–Sangatta.
Selama ini, banjir di STA 30 kerap menyebabkan perlambatan arus kendaraan, bahkan mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang antardaerah.
“Kami berharap setelah pekerjaan selesai, masyarakat tidak lagi terganggu oleh banjir yang selama ini menjadi persoalan di titik tersebut. Infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keandalan jalan nasional di Kalimantan Timur,” tambahnya.
BBPJN Kaltim juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti pengaturan buka-tutup jalan yang diberlakukan selama proses konstruksi berlangsung demi menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






