benuakaltim.co.id, BERAU – Proses pengaspalan di Jalan Mangga 3, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, saat ini tengah dikebut. Namun, siapa sangka proyek yang sedang dinanti-nanti warga ini ternyata hanyalah permulaan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau membeberkan Jalan Mangga 3 belum ada apa-apanya dibanding proyek besar lain yang mengantre tahun ini. Pemerintah Kabupaten Berau ternyata telah menyiapkan paket kontrak rehabilitasi jalan dalam kota secara besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, ada lima lokasi jalan poros utama yang akan dirombak total secara kontinuitas atau beruntun.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengungkapkan pengerjaan di Jalan Mangga 3 ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Mengingat panjang jalan yang diaspal mencapai 623 meter dengan lebar variatif antara 8 hingga 10 meter (rata-rata 8,5 meter), proyek ini diprediksi selesai paling lambat dalam 4 hari jika cuaca mendukung.
“Kalau lancar itu normalnya sekitar 4 hari, dengan rata-rata hamparan aspal bisa 150 hingga 300 meter per hari, melihat kendala di lapangan. Tapi Jalan Mangga 3 itu belum apa-apanya lagi, belum seperempatnya dari total proyek rehabilitasi jalan dalam kota ini,” ungkap Junaidi saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026).
Junaidi membeberkan kelima jalur poros yang masuk dalam satu paket kontrak perbaikan jalan tahun ini. Pengerjaannya akan dilakukan secara bersambung—begitu satu lokasi selesai, alat-alat berat langsung dimobilisasi ke lokasi berikutnya.
Berikut adalah daftar jalannya:
1. Jalan Mangga 3: Panjang 623 meter, lebar variasi 8–10 meter (sedang dikerjakan).
2. Jalan Manunggal: Rencana penanganan sepanjang 153 meter dengan lebar 4 meter untuk mengatasi aspal yang rusak.
3. Jalan Murjani 3: Ini menjadi primadona karena jalurnya jauh lebih panjang dari Mangga 3, yakni mencapai 870 meter (hampir 1 kilometer) dengan lebar sekitar 10 meter.
4. Jalan Haji Isya 2: Penanganan berupa spot-spot pada area yang rusak parah hingga ke fondasi jalan. Fondasi akan diperbaiki, dicor, lalu diaspal sepanjang 150 meter di sisi kiri dan 150 meter di sisi kanan.
5. Jalan Pulau Derawan (Kawasan Tepian) : Pengaspalan sepanjang 350 meter dengan lebar mencapai 11 meter, dimulai dari Simpang Kartini melewati depan masjid.
Pihak DPUPR Berau menegaskan pemilihan kelima jalan ini didasarkan pada hasil survei kondisi kerusakan di lapangan. Pemerintah memaksimalkan anggaran yang ada untuk memprioritaskan titik-titik yang kerusakannya paling parah.
“Begitu selesai 2–3 hari di Mangga 3, mereka langsung bergerak ke lokasi terdekat, bisa ke Murjani 3, Haji Isya, atau Manunggal. Pelaksanaannya kontinuitas karena alat pemadat dan AMP (Asphalt Mixing Plant) tidak bisa gerak sendiri-sendiri, harus dimobilisasi bersamaan,” jelas Junaidi.
Jika berjalan sesuai jadwal (schedule), seluruh rangkaian megaproyek perbaikan jalan dalam kota ini ditargetkan rampung paling lambat pada bulan Agustus mendatang. Namun, Junaidi mengingatkan bahwa faktor cuaca dan kesiapan teknis alat berat di lapangan memegang peranan penting.
Terkait potensi kemacetan dan terganggunya aktivitas warga serta para pedagang, khususnya di kawasan wisata kuliner Tepian Jalan Pulau Derawan—DPUPR Berau menyampaikan permohonan maaf dan meminta pemahaman dari seluruh masyarakat.
“Kami memohon pemahaman dari masyarakat kalau nanti perjalanannya agak terhambat atau keluar masuk rumah jadi susah sementara waktu. Ini demi kebaikan kita bersama agar jalanan kota kita kembali mulus,” tuturnya.
Khusus untuk area padat seperti Jalan Pulau Derawan, DPUPR berjanji akan melakukan koordinasi dan komunikasi terlebih dahulu melalui lurah serta RT setempat sebelum alat berat diturunkan.
“Langkah ini penting guna mengantisipasi kendaraan roda dua maupun roda empat yang kerap parkir di bahu jalan agar tidak menghambat jalannya proyek pengaspalan,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Georgie
Editor: Endah Agustina






