benuakaltim.co.id, BERAU – Universitas Muhammadiyah (UM) Berau tengah bersiap mengambil langkah besar untuk meningkatkan kesejahteraan akademis mahasiswanya.
Melalui Fakultas Pertanian, UM Berau berencana untuk melakukan aksi jemput bola guna memburu kuota beasiswa pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Peluang emas ini diambil menyusul adanya kuota besar dari pusat yang dinilai belum terserap secara maksimal oleh daerah.
Penjabat (Pj) Dekan Fakultas Pertanian UM Berau, Dr. Wahid Hasyim, mengungkapkan program beasiswa dari BPDPKS ini memiliki potensi yang sangat luar biasa bagi keberlanjutan studi mahasiswa pertanian, khususnya di wilayah Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur.
“Kami sangat menyayangkan, dari total kuota 4.000 mahasiswa yang disediakan oleh BPDPKS di tingkat nasional, wilayah Berau ternyata belum masuk dalam daftar penerima alokasi tersebut,” ujar Dr. Wahid Hasyim saat memberikan keterangan, Kamis (16/7/2026).
Padahal, menurut Wahid, fasilitas yang ditawarkan oleh beasiswa ini sangat menggiurkan dan bersifat full scholarship. Mahasiswa yang berhasil lolos tidak hanya dibebaskan dari biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan uang saku bulanan, difasilitasi asrama, biaya transportasi, hingga jaminan sertifikasi kompetensi.
Tidak tanggung-tanggung, program ini juga memiliki daya serap kerja yang tinggi. Tercatat sudah ada sekitar 4.000 alumni mahasiswa penerima beasiswa BPDPKS di Indonesia yang saat ini seluruhnya telah diserap dan direkrut langsung oleh dunia usaha serta dunia industri (DUDI) kelapa sawit.
Melihat besarnya potensi tersebut, Fakultas Pertanian UM Berau tidak ingin tinggal diam. Pihak fakultas mengaku sudah mulai bergerak cepat dengan menyusun dan mengajukan proposal resmi agar UM Berau bisa ditetapkan menjadi salah satu kampus mitra penerima beasiswa ini.
Untuk memuluskan langkah tersebut, Dr. Wahid Hasyim menegaskan perlunya sinergi dan dukungan kuat dari berbagai pihak di daerah, mulai dari eksekutif hingga legislatif di Kabupaten Berau.
“Saat ini kami sedang mengajukan proposal yang ditujukan ke BPDPKS. Kami sangat memohon dukungan dari Bapak Asisten Setda, pihak pemerintah daerah, pimpinan universitas, hingga anggota dewan agar langkah kami ini bisa didukung penuh,” tambahnya.
Wahid menargetkan, dengan dukungan regulasi dan advokasi yang kuat dari daerah, dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan, Fakultas Pertanian UM Berau sudah resmi menjadi salah satu perguruan tinggi penerima beasiswa BPDPKS.
“Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya meringankan beban finansial mahasiswa di Bumi Batiwakkal, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam menyediakan serta menyalurkan tenaga kerja siap pakai yang berkompetensi tinggi di sektor industri kelapa sawit nasional,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






