benuakaltim.co.id, BERAU – Akses jalan vital yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor.
Badan jalan amblas hingga mengganggu mobilitas antarprovinsi tersebut. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Kalimantan Timur, Ariesta Andayani Trihandoko mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh kondisi alam di area tersebut.
Menurutnya, kontur tanah di lokasi kejadian memang sudah mengalami penurunan sejak awal. Kondisi tersebut kian diperparah oleh faktor eksternal. Cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir menjadi dirigen utama yang mempercepat pergerakan tanah di bawah jalan.
“Faktor penurunan tanah yang membuat jalan longsor,” ujar Ariesta saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Saat ini, pihak terkait tengah berpacu dengan waktu untuk melakukan perbaikan fisik di titik longsor. Proyek rekonstruksi jalan tersebut ditargetkan mencakup penanganan sepanjang 82,5 meter dan diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.
“Pemerintah berharap proses perbaikan ini dapat berjalan mulus tanpa kendala cuaca, sehingga urat nadi perekonomian dan jalur logistik utama antara Kaltim dan Kaltara bisa segera kembali berfungsi optimal,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






